Aku bukannya gak pernah pacaran, Aku punya mantan kok. Ada beberapa orang yang pernah singgah dikehidupan aku. Ada yang tinggal untuk sementara waktu lalu pergi, ada yang datang menitip janji lalu meninggalkannya begitu saja. Dan parahnya, ada diantara mereka yang wajahnya masih segar melekat dikepalaku.
Aku pernah merasakan yang namanya patah hati. mencintai dan berharap untuk dicintai, namun tetap terluka. Aku pernah menjalin hubungan serius dengan seseorang, hingga kita berikrar, untuk bersama selamanya. Inilah kebodohan yang sering dilakukan oleh orang yang jatuhcinta. Berjanji ketika bahagia, lalu murka ketika ditimpa masalah. Cobaan selalu menyusup ditiap hubungan. Pelan-pelan kita mulai saling menyalahkan, timbul rasa bosan dan membuat kita ingin saling melepaskan.
Awal putus dari seseorang, memang tidak terlalu menyakitkan. Seperti digigit semut, rasa kaget dan sakit pasti ada, lama kelamaan kita akan terbiasa juga. Hingga sebagian dari kita 'terbiasa'.
Selain patah hati, cinta adalah sebuah perjalanan, tidak seorang pun tahu dimana perjalanan ini akan berakhir.
Kita juga butuh istirahat, begitu pula dengan hati. Hati aku juga butuh istirahat dari perjalanan yang panjang ini.
Cinta bukan hanya masalah perasaan, cinta juga mengandalkan kondisi fisik dan pikiran. Fisik aku juga akan lelah dan rusak, jika disetiap pengorbanan selalu disia-siakan. Pikiran aku bukan hanya berisi tentang cinta, tentang kamu atau tentang mereka. Ini juga demi masa depan aku.
Aku harus fokus dan membagi waktu pada hal yang lain. Sesuatu yang sudah lama aku impikan. Rumah mewah, mobil mahal dan yang pasti kesejahteraan aku dan keluarga (kita).
Kadang aku merasa nyaman dengan kesendirian, namun waktu bisa merubah sgalanya. Kadang aku merasa iri dengan teman maupun orang yang aku temui saat mereka dengan pasangan. Pernah hadir dikepala aku untuk memusnahkan orang-orang yang pacaran, karena hal itu membuat aku sakit hati, nangis berjam-jam dan ngelamun sampai ketiduran. Lalu aku berpikir kembali, jika kita merusak kebahagiaan seseorang, maka kesedihanlah yang akan kita dapatkan, dengan maksud kita tidak akan menemui kebahagiaan kita sendiri.
Lalu bagaimana dengan kehidupan yang aku jalani skarang? Aku pikir semua berjalan baik. Aku merasa bahagia ketika melihat orang lain bahagia. Karena aku punya kenangan yang aku simpan dengan baik. Aku membukanya saat aku merasa kesepian, menertawakannya ketika bosan dan mendoakannya.
Aku punya kenangan, yang menguatkan aku sampai skarang.
:)
Selasa, 06 Oktober 2015
Jumat, 26 Juni 2015
untuk kamu
kita sudah
lama tak saling jumpa, seakan pertemuan 6bulan yang lalu, menjadi yang terakhir
aku melihatmu. Sering aku mengingatmu dalam diamku, mencari sosok dirimu dalam
keramaian dan mendoakanmu dari kejauhan. apa ada yang salah bila aku merindukan
dirimu? Dirimu yang selama ini aku harapkan, dirimu yang selalu aku inginkan. tapi
sayangnya, aku tidak mempunyai keberanian untuk mengatakan padamu. aku
mencintaimu, tanpa ada alasan. Tapi jika kamu meminta alasan maka jawabanku
sederhana ‘karena aku ingin bahagia denganmu’. aku ingin menyebut namamu
didalam tulisanku, namun tidak aku lakukan. Apa sebab? Karena cukup kita berdua
yang tahu. Yang lain cari aja sendiri :p
Kamis, 07 Mei 2015
Hujan & Kenangan [Puisi]
Aku menulis ini, dibawah hujan dibulan mey. Hari masih terlalu pagi, kicau burung samar-samar terdengar dibalik pepohonan.
Aku menulis ini, saat dingin memelukku. Aku menggigil kedinginan, dengan cerutu tertanam dimulutku. Tak banyak yang bisa aku perbuat, selain meneguk secangkir kopi dan menuai rindu yang berserakan ditanah.
dibalik jendela, aku tersenyum. Mungkin aku sudah gila, memaki hujan yang kian deras. Aku benci mengatakan rindu, saat binar matamu ditutup waktu.
Puing kenangan membentuk markasnya, melahirkan serdadu dan menyerang pikiranku. Aku tahu, kita pernah berteduh disini. Air matamu mengucur, menyelip dipipimu, dengan lembut jemari ini mengusapnya.
Aku memelukmu, mengatakan semua baik-baik saja. Binar matamu, seolah berkata sesuatu yang entah artinya.
Hujan tak kunjung reda, kopi yang kusenyap habis tak tersisa. Kamu berlari, dan aku tertinggal disini.
@rizalisme_
Aku menulis ini, saat dingin memelukku. Aku menggigil kedinginan, dengan cerutu tertanam dimulutku. Tak banyak yang bisa aku perbuat, selain meneguk secangkir kopi dan menuai rindu yang berserakan ditanah.
dibalik jendela, aku tersenyum. Mungkin aku sudah gila, memaki hujan yang kian deras. Aku benci mengatakan rindu, saat binar matamu ditutup waktu.
Puing kenangan membentuk markasnya, melahirkan serdadu dan menyerang pikiranku. Aku tahu, kita pernah berteduh disini. Air matamu mengucur, menyelip dipipimu, dengan lembut jemari ini mengusapnya.
Aku memelukmu, mengatakan semua baik-baik saja. Binar matamu, seolah berkata sesuatu yang entah artinya.
Hujan tak kunjung reda, kopi yang kusenyap habis tak tersisa. Kamu berlari, dan aku tertinggal disini.
@rizalisme_
Rabu, 06 Mei 2015
Putus cinta, rasanya seperti ini.
Semenjak putus dari seyla, gue
berpikir untuk istirahat sejenak dari dunia percintaan. gue masih sayang sama
seyla, dan masih terlintas jelas dalam benak gue, gimana kenangan-kenangan kita
yang pernah terjadi. Hari-hari gue yang awalnya ramai, sekarang mendadak sepi.
Handphone gue yang tiap menit berdering, kini senyap bagai rongsokan yang gak
kepake lagi. putus cinta itu begini yah rasanya? Ujar gue dalam hati. Gak
mungkinkan! Gue ngomong sama tembok, kalau gue galau. Entar gue dikira gila. Gue
mencoba mengingat lagi dan lagi, apa kesalahan gue sama dia. Saking capeknya
gue mencari kesalahan sendiri, akhirnya gue ketiduran. dengan posisi kepala dikolong
tempat tidur, dan tubuh melintang diatas kasur. Anjritt.. putus cinta ternyata
seaneh ini. paginya gue bangun. hal yang biasa gue lakuin saat bangun pagi
adalah ngecek hape. Ada pesan apa ngga ? Ada telpon apa ngga ? Pas dicek, Cuma
wallpaper snoopy yang muncul. Cupu abis.
Gue mandi dan berangkat kekampus. Ngumpul
sama teman-teman dikantin mungkin lebih baik, ketimbang nunggu dosen yang gak
kunjung datang. Gue pesan segelas es kopi, lalu duduk sendiri. Tak lama setelah
itu, andre si pelayan kantin datang.
‘’nih kopinya! Kok sendiri ? Si
itu kemana ? Tanya andre ke gue
‘’si itu siapa ?’’ jawab gue
‘’pacar lu maksudnya ?’’ sambung andre.
‘’aaa… ‘’ gue gugup.
‘’kenapa ? Udah putus ya ?’’
lanjut andre ‘’iya’’ jawab gue lesu.
Andre terkekeh, dan kembali
kehabitatnya (dapur). gue teguk kopi itu dengan pelan. Gue pandang seisi kantin
yang ramai. Tak ada yang special bagi mereka yang putus cinta, keramaian terasa
sepi tanpa seseorang dihati. Diseberang meja gue, terlihat ada cowok sama
ceweknya lagi ngobrol. Si cewek, ketawa lepas mendengar cerita si cowok, lalu
cowok membelai wajah si cewek. Romantis sekali. Gue cuma bisa melihat mereka
bahagia sambil menahan emosi, sembari meremas gelas kopi yang mencair ditangan.
Rasanya pengen gue lemparin gelas ke arah cowoknya, dan berkata ‘’ayo sayang
kita pergi’’ pada ceweknya. Tapi gak mungkin. Tiba-tiba evan dari arah belakang
menepuk bahu gue yang membuat lamunan gue pecah seketika.
‘’woy bengong aja lu dari tadi ?’’
kata evan meledek.
‘’eh..evan’’ sahut gue pelan. Evan
duduk dihadapan gue, dan menempelkan tangannya di jidat gue.
‘’lu kenapa ? Sakit ?’’ Tanya
evan. Gue geleng kepala. ‘’trus kenapa ? Kok hari ini lu lemes banget ?’’ gue
diam, sambil memainkan sedotan dalam gelas.
‘’gue denger-denger katanya lu
sama seyla berantem ?’ evan penasaran
‘iya’
‘kok gitu ? Emang ada masalah apa ?’
sambung evan
‘udahlah van gak usah dibahas’
cetus gue sewot.
Sejujurnya, putus cinta kali ini
bikin gue malas buat ngobrol. Gue ngerasa gak ada yang bisa ngertiin perasaan
seseorang kecuali dirinya sendiri.
Suasana hening sejenak. evan melumat
habis roti yang dimakannya dari tadi. Dan mengajak gue masuk kelas dan mengikuti
kuliah. Seyla terlihat cantik hari itu. dia duduk dengan teman cewek yang lain.
Sesekali gue menjeling ke arah dia. Untuk melihat gimana raut wajahnya saat
putus dari gue. masih sedih apa ngga ? Dia pun demikian. hingga jam kuliah usai
tak ada tegursapa antara kita berdua. Dia pulang dengan teman-temannya dan gue
pulang dengan rasa lapar yang begitu mencekam.
Liburan semester tiba. Aktifitas
kampus sepi tak bernyawa. Sebagian memilih pulang ke kampung halaman, sebagian
lagi memilih bertahan dikos mereka masing-masing. Gue salah satunya. Seminggu
dikos, membuat gue bosan. rasanya seperti tinggal disuatu pulau tak
berpenghuni. Yang terlihat hanya kamar-kamar kosong. Serem juga sih. Kayak
hatinya jomblo yang ditinggal pergi kekasih. Miris.
Sampai pada suatu malam minggu gue
diajak sama gery keluar. Gue sama gery emang udah lama ada niat buat refreshing
tapi ketunda, karena aktifitas kuliah kita masing-masing. Malam itu kita ke
mol. keluar masuk distro bukan mau beli, tapi cuma lihat-lihat, tanya-tanya dan
akhirnya keluar lagi. kita terlihat seperti 2orang homo yang mencari tempat
mangkal tapi gak kunjung ketemu.
‘lu nyari apa sih ? gue capek nih
jalan terus !’ Tanya gue ke gery.
‘gue lagi nyari sesuatu’ jawab
gery singkat. ‘emang apaan ? udah hampir sejam tapi gak ada barang yang lu
beli’ gue kesel.
Hingga akhirnya.
‘nah ini dia yang gue cari dari
tadi hahaha’ gery dengan bangganya ngambil sebuah kotak kecil berisi celana
dalam, dan menggoyangkan dihadapan gue.
‘kampret.. dipasar juga jual kalo
ini’ sahut gue sewot.
Setelah menghabiskan waktu sejam
untuk mencari celana dalam, gue sama Gerry pulang ke kos masing-masing. sebelum
tidur, gue iseng buka facebook. Beranda gue penuh dengan status malam minggu.
Mata gue terbelalak, seperti pengen keluar dari tempatnya. Bukan karena konten
porno tapi karena sebuah foto. Ya, foto mantan gue sama pacar barunya. 15menit
foto itu di-update. Saat itu juga darah gue mendidih, detak jantung gue makin
cepat. tanpa sadar, gue histeris dan teriak, ‘APAAA DIA UDAH PUNYA PACAR ????
TIDAAAAAAKKKKKKK !!’ teriakan gue terdengar seperti waria, yang lari
terbirit-birit karena dikejar satpol-pp. Hal ini pula yang membuat penjaga kos
melabrak gue.
‘woy jangan teriak-teriak lu
kirain ini dihutan apa ?’ teguran penjaga kos membuat gue salah tingkah. Gue
nyengir, sambil bilang ‘hehehe maaf opa, gak sengaja’
opa pergi tanpa mengatakan apapun.
Pintu kamar gue kunci, diikuti dengan airmata yang berlinang. Gue nangis sambil
liatin fotonya. Gue gak nyangka, begitu cepat dia dapat pengganti. Gak kayak
gue, yang masih terombang-ambing dalam kenangan. gue mencoba untuk tegar,
mengahadapi masa-masa sulit pasca putus dari seyla. putus cinta, bisa membuat
seseorang melakukan hal-hal diluar dugaan manusia. seperti yang lakuin malam
itu. gue nangis meluk bantal, melampiaskan amarah gue sambil nendang tembok.
dan hasilnya jempol kaki gue bengkak. Tangisan gue menyatu, antara sakit hati
dan sakit kaki. putus cinta membuat rasa manis menjadi hambar, terang menjadi
gelap dan cinta namun terluka. gue hanya bisa mengikhlaskan semua. Dan berharap
akan mendapat yang lebih baik dari ini.
Sabtu, 04 April 2015
Muts...
Muts...
Ini hari yang spesial dalam hidup kamu.
Hari dimana kamu dilahirkan ke dunia, hari dimana kamu membuka mata dan berjalan merangkai cita-cita.
Aku gak tahu, gimana respon kamu saat baca ini. Kamu pasti bacanya dalam hati. Iyakan? Aku pikir gitu.
Nanti malam, sebelum kamu tidur. Aku pengen kamu pejamkan mata dan mengenang segala hal yang pernah kamu harapkan tapi gak kesampean. Apapun itu.
Dan kamu harus percaya, kamu bisa meraihnya.
Selamat bertambah umur! Semoga apa yang kamu harapkan bisa terkabul. Udah itu aja.
Aku milih ngucapin diBlog, ketimbang ikut jaman. Kamu taukan budaya indonesia tentang ulang tahun. tradisi telur sama tepung. Yang ulangtahun jadi korban. Di tepok pake telur, ditabur tepung, abis itu dimintain traktir lagi. :(
sadar atau ngga, budaya ini masuk pasal pidana 351 tentang penganiayaan.
ya udah, mungkin itu aja yang bisa aku omongin.
Senyum dong! Kenapa? Karena senyum membuat wajahmu lebih indah :) :)
cie.. Tepoktangan dong biar lebih rame.. :D
happy birthday.
Ini hari yang spesial dalam hidup kamu.
Hari dimana kamu dilahirkan ke dunia, hari dimana kamu membuka mata dan berjalan merangkai cita-cita.
Aku gak tahu, gimana respon kamu saat baca ini. Kamu pasti bacanya dalam hati. Iyakan? Aku pikir gitu.
Nanti malam, sebelum kamu tidur. Aku pengen kamu pejamkan mata dan mengenang segala hal yang pernah kamu harapkan tapi gak kesampean. Apapun itu.
Dan kamu harus percaya, kamu bisa meraihnya.
Selamat bertambah umur! Semoga apa yang kamu harapkan bisa terkabul. Udah itu aja.
Aku milih ngucapin diBlog, ketimbang ikut jaman. Kamu taukan budaya indonesia tentang ulang tahun. tradisi telur sama tepung. Yang ulangtahun jadi korban. Di tepok pake telur, ditabur tepung, abis itu dimintain traktir lagi. :(
sadar atau ngga, budaya ini masuk pasal pidana 351 tentang penganiayaan.
ya udah, mungkin itu aja yang bisa aku omongin.
Senyum dong! Kenapa? Karena senyum membuat wajahmu lebih indah :) :)
cie.. Tepoktangan dong biar lebih rame.. :D
happy birthday.
Sabtu, 28 Maret 2015
Halte
Sepulang dari kampus, aku menyempatkan diri pergi ke toko buku. aku duduk dihalte sendirian, menunggu bus yang tak kunjung datang. Tak lama kemudian, seorang wanita datang dan duduk bersamaku. Dia melempar senyuman dan duduk disampingku. Aku membalas senyumnya, kita berdua duduk tanpa obrolan apa-apa. 'setidaknya aku tak sendirian' bisikku dalam hati. Aku terus menatap wanita itu. Bibirnya merona, kecantikannya membuatku berpikir, pasti banyak pria yang menyukainya. Aku senyum sendiri, berharap dia menoleh padaku dan bisa menikmati senyumanya yang manis itu sekali lagi. Langit mulai mendung, diikuti gemuruh petir. Percikan air hujan mulai turun. Aku melihat wanita itu mulai gelisah. Seolah khawatir akan sesuatu.
Wajahnya bergerut. tangannya mengepal keras pada tas yang digenggamnya. Aku melirik jam tanganku dan waktu menunjukkan pukul 6.30. 'sial, sampai detik ini blum ada bus yang datang' kataku sambil bangkit dari tempat dudukku. Aku memandang kelangit, senja pun luntur akibat hujan ini. Aku termangu, melihat wanita yang sedari tadi berdiam diri itu mengusap wajahnya. Aku pikir percikan hujan penyebabnya. perlahan, aku mendekatiny. 'kamu kenapa?' tanyaku pelan. Ku perhatikan raut wajahnya yang basah. Airmatanya mengalir seiring derasnya hujan. Dia tak menjawabku. Tangannya menyeka airmata. Aku menoleh kesemua arah, mencari penyebab yang membuat wanita ini menangis. Tak ada siapapun, kecuali bunyi kendaraan yang bertempur dalam hujan. Lampu halte menyala. Cahayanya menerangi seisi ruangan.
Aku duduk disampingnya dan bertanya dalam hati. 'kenapa dia menangis? Apa aku menakutinya?'
Aku kembali bertanya, 'kamu kenapa? Kok nangis? Kamu sakit? Atau kamu...' ucapanku terhenti, saat dia memandangku. Matanya berkaca-kaca, tangannya ikut menyeka pipi yang dibasahi airmata. Dia kembali tersenyum sambil menggelengkan kepala.
Aku menutupi kebingunganku dengan senyuman. Hujan mulai reda. Aku terus menatap wajahnya yang dipalingkan keseberang jalan.
Sebuah sedan, berhenti tepat dihadapan kami berdua. Wanita itu berdiri dari tempat duduknya. Dengan tergesa-gesa, dia langsung menaiki mobil yang sudah menanti diluar.
Kini aku sendiri. Tak ada seorang pun dihalte. Aku kembali ke tempat dudukku dan 'Ah, jaketku' aku kaget saat dingin menyelimuti tubuhku. Aku berlari kecil keluar halte, mencari mobil yang tadi dinaiki wanita itu. Diatas trotoar, aku melambaikan tangan dan berteriak 'Hey, jaketku Hey!!'
aku menatap mobil itu dari kejauhan, tubuhku basah oleh tetesan hujan yang reda. Aku menghela nafas panjang. Dan kembali kedalam halte.
Aku mengambil sebatang rokok yang terselip di dompet. Membakar dan menghisapnya dengan pelan. 'sial, seandainya aku tidak terbuai dengan dia, aku tidak akan seperti ini' ujarku. Tanpa disengaja, mataku mendapati sebuah kartu nama. Aku mengambilnya dan meniliti isi kartu nama tersebut. 'clara wallace, oh jadi namanya clara' aku bergumam. Ku palingkan wajahku ketengah jalan dan tersenyum sendirian.aku berdiri menatap jam tanganku. Sudah waktunya makan malam. Niat untuk pergi ke toko buku aku batalkan.
aku melangkah diatas jalan yang basah. Sembari menyisipkan kartu nama itu dalam dompetku. Sepanjang perjalanan kerumah, aku berdoa. semoga bertemu lagi dengan clara dan mengembalikan kartu nama ini padanya. ...bersambung.
Wajahnya bergerut. tangannya mengepal keras pada tas yang digenggamnya. Aku melirik jam tanganku dan waktu menunjukkan pukul 6.30. 'sial, sampai detik ini blum ada bus yang datang' kataku sambil bangkit dari tempat dudukku. Aku memandang kelangit, senja pun luntur akibat hujan ini. Aku termangu, melihat wanita yang sedari tadi berdiam diri itu mengusap wajahnya. Aku pikir percikan hujan penyebabnya. perlahan, aku mendekatiny. 'kamu kenapa?' tanyaku pelan. Ku perhatikan raut wajahnya yang basah. Airmatanya mengalir seiring derasnya hujan. Dia tak menjawabku. Tangannya menyeka airmata. Aku menoleh kesemua arah, mencari penyebab yang membuat wanita ini menangis. Tak ada siapapun, kecuali bunyi kendaraan yang bertempur dalam hujan. Lampu halte menyala. Cahayanya menerangi seisi ruangan.
Aku duduk disampingnya dan bertanya dalam hati. 'kenapa dia menangis? Apa aku menakutinya?'
Aku kembali bertanya, 'kamu kenapa? Kok nangis? Kamu sakit? Atau kamu...' ucapanku terhenti, saat dia memandangku. Matanya berkaca-kaca, tangannya ikut menyeka pipi yang dibasahi airmata. Dia kembali tersenyum sambil menggelengkan kepala.
Aku menutupi kebingunganku dengan senyuman. Hujan mulai reda. Aku terus menatap wajahnya yang dipalingkan keseberang jalan.
Sebuah sedan, berhenti tepat dihadapan kami berdua. Wanita itu berdiri dari tempat duduknya. Dengan tergesa-gesa, dia langsung menaiki mobil yang sudah menanti diluar.
Kini aku sendiri. Tak ada seorang pun dihalte. Aku kembali ke tempat dudukku dan 'Ah, jaketku' aku kaget saat dingin menyelimuti tubuhku. Aku berlari kecil keluar halte, mencari mobil yang tadi dinaiki wanita itu. Diatas trotoar, aku melambaikan tangan dan berteriak 'Hey, jaketku Hey!!'
aku menatap mobil itu dari kejauhan, tubuhku basah oleh tetesan hujan yang reda. Aku menghela nafas panjang. Dan kembali kedalam halte.
Aku mengambil sebatang rokok yang terselip di dompet. Membakar dan menghisapnya dengan pelan. 'sial, seandainya aku tidak terbuai dengan dia, aku tidak akan seperti ini' ujarku. Tanpa disengaja, mataku mendapati sebuah kartu nama. Aku mengambilnya dan meniliti isi kartu nama tersebut. 'clara wallace, oh jadi namanya clara' aku bergumam. Ku palingkan wajahku ketengah jalan dan tersenyum sendirian.aku berdiri menatap jam tanganku. Sudah waktunya makan malam. Niat untuk pergi ke toko buku aku batalkan.
aku melangkah diatas jalan yang basah. Sembari menyisipkan kartu nama itu dalam dompetku. Sepanjang perjalanan kerumah, aku berdoa. semoga bertemu lagi dengan clara dan mengembalikan kartu nama ini padanya. ...bersambung.
Selasa, 24 Maret 2015
Perpindahan
Gerimis mengawali Pagi yang tenang. Kala mobil jeep hitam melaju dengan kecepatan normal. Aku tahu ini adalah menit terakhir, menghirup udara jakarta. Dingin semakin nyata, saat kaca mobil berembun. Ibu yang saat itu duduk disampingku memberi arahan pada supir dan kakakku, yang tengah asyik bercerita. Aku jelas tak mengerti apa yang mereka bicarakan. Wajar aku masih berusia 6tahun. Yang aku ingat, mobil ini sudah melewati sekolahku.
dari dalam aku menatap sekolahku yang rindang. Otakku kembali dirombak oleh ingatan masa indah, saat aku masih didalam sana. Suara canda dan bel sekolah menyelonong dalam telingaku. Aku menyentuh kaca mobil dengan kedua tanganku, seperti meratapi perpisahan. Ego, membuatku ingin membawa lari sekolah, serta kehidupannya ikut denganku. Tapi, semakin jauh mobil melaju, semakin kecil pula harapanku. Aku menatap jalanan yang aku lewati, hingga ada keinginan untuk tinggal. tapi aku masih terlalu kecil untuk hidup sendirian.
seketika aku bertanya pada wanita yang duduk disebelahku, 'Ma, kenapa kita pindah? Bukankah kehidupan kita baik-baik aja?'
ibuku tersenyum sembari mengelus rambutku. Tatapan yang hangat membuatku bingung.
Dengan pelan ibuku berkata 'nenekmu sudah sakit-sakitan, dan dia butuh kehadiran kita semua kamu sayangkan sama nenek kamu?'
aku menatap ibuku dengan keheranan. Aku tahu ini sulit. Aku tidak menjawab, dan langsung memandang keluar. Perjalanan menuju bandara masih terlalu jauh. Aku tak lagi berkata apa-apa. Sepanjang jalan aku mengenang lagi, saat masih dengan teman-temanku di sekolah. Aku pernah memecahkan jendela kelas 2 saat jam olahraga, dan bersembunyi ditaman. Dan aku juga ingat bagaimana rasanya dicubit oleh cewek, karena salah masuk WC dan dihukum hormat bendera sampai jam pulang sekolah.
Tapi ada 1moment yang membuat aku merasa paling hebat. Ketika aku ikut lomba pesantrenkilat. Dan menjadi juara 2. Aku merasa bangga karena sudah membuat ali mengucapkan 'selamat' padaku. Disisi lain, teman-teman yang memprediksi bahwa ali akan menang, harus tertunduk lesu dan menyorakkan namaku.
Lamunanku buyar, ketika ibuku berkata 'zal, kita udah nyampe. Ayo siap-siap' aku bergegas merapihkan barang dan keluar.
didalam pesawat aku bertanya pada dirisendiri. 'Apa kah hidupku akan lebih nyaman saat aku pindah?' entahlah,, tapi bila diceritakan lebih jauh lagi. Hidupku tidak seperti yang aku bayangkan.
Kini, aku sadar. Tidak selamanya manusia akan menemukan kenyamanan, ada masa dimana mereka harus bertemu dengan kepahitan.
Dari perpindahan aku mengerti, kehidupan begitu kelam tanpa pengalaman..
dari dalam aku menatap sekolahku yang rindang. Otakku kembali dirombak oleh ingatan masa indah, saat aku masih didalam sana. Suara canda dan bel sekolah menyelonong dalam telingaku. Aku menyentuh kaca mobil dengan kedua tanganku, seperti meratapi perpisahan. Ego, membuatku ingin membawa lari sekolah, serta kehidupannya ikut denganku. Tapi, semakin jauh mobil melaju, semakin kecil pula harapanku. Aku menatap jalanan yang aku lewati, hingga ada keinginan untuk tinggal. tapi aku masih terlalu kecil untuk hidup sendirian.
seketika aku bertanya pada wanita yang duduk disebelahku, 'Ma, kenapa kita pindah? Bukankah kehidupan kita baik-baik aja?'
ibuku tersenyum sembari mengelus rambutku. Tatapan yang hangat membuatku bingung.
Dengan pelan ibuku berkata 'nenekmu sudah sakit-sakitan, dan dia butuh kehadiran kita semua kamu sayangkan sama nenek kamu?'
aku menatap ibuku dengan keheranan. Aku tahu ini sulit. Aku tidak menjawab, dan langsung memandang keluar. Perjalanan menuju bandara masih terlalu jauh. Aku tak lagi berkata apa-apa. Sepanjang jalan aku mengenang lagi, saat masih dengan teman-temanku di sekolah. Aku pernah memecahkan jendela kelas 2 saat jam olahraga, dan bersembunyi ditaman. Dan aku juga ingat bagaimana rasanya dicubit oleh cewek, karena salah masuk WC dan dihukum hormat bendera sampai jam pulang sekolah.
Tapi ada 1moment yang membuat aku merasa paling hebat. Ketika aku ikut lomba pesantrenkilat. Dan menjadi juara 2. Aku merasa bangga karena sudah membuat ali mengucapkan 'selamat' padaku. Disisi lain, teman-teman yang memprediksi bahwa ali akan menang, harus tertunduk lesu dan menyorakkan namaku.
Lamunanku buyar, ketika ibuku berkata 'zal, kita udah nyampe. Ayo siap-siap' aku bergegas merapihkan barang dan keluar.
didalam pesawat aku bertanya pada dirisendiri. 'Apa kah hidupku akan lebih nyaman saat aku pindah?' entahlah,, tapi bila diceritakan lebih jauh lagi. Hidupku tidak seperti yang aku bayangkan.
Kini, aku sadar. Tidak selamanya manusia akan menemukan kenyamanan, ada masa dimana mereka harus bertemu dengan kepahitan.
Dari perpindahan aku mengerti, kehidupan begitu kelam tanpa pengalaman..
Sabtu, 21 Maret 2015
Jenis cowok yang mulai bosan.
Hay masyarakat indonesia. Apa kabar kalian? Kita ketemu lagi nih. dan gue kali ini akan membahas persoalan yang gak ada habisnya dan masih dengan tema yang sama. Apalagi kalo bukan 'CINTA'.. Dalam hubungan asmara, ada yang namanya masalah. Dan masalah itu muncul, dengan caranya tersendiri.
ada hubungan yang awalnya baik-baik aja, tapi berakhir dengan tragis, adapula yang berawal dari temenan, jadian, dan kembali jadi mantan.
kali ini gue akan ngasih, ciri-ciri cowok yang udah bosan sama pasangannya!
-Cowok mulai diam.
Keadaan ini terjadi, saat cowok merasa ceweknya mulai berubah tanpa disadari. Mereka mulai tertutup pada ceweknya. Dan mulai melirik cewek lain.
-Emosi meledak-ledak.
Kerap kali, hal ini diartikan cewek sebagai tanda perhatian dan sayang dari cowok. Hingga banyak cewek yang disakiti namun tetap bertahan. Gak percaya? Coba lihat perbedaan signifikan mereka saat berdua dengan teman (wanita) yang lain.
-Sistem perbudakan
cowok sering, menjadikan pacarnya sebagai budak. Seperti: minta duit, minta ditraktir, minta dibawain barang yang gak seharusnya dilakukan oleh cewek.
-Pura-pura baik
jenis ini kebanyakan modus. Hanya untuk sesuatu yang mereka inginkan. Setelah didapatkan ceweknya pasti dilupakan. Hati-hati!!
Mungkin itu aja yang bisa gue bagikan. Cowok kamu masuk dalam tipe yang mana?!
Selanjutnya sampai jumpa!!
ada hubungan yang awalnya baik-baik aja, tapi berakhir dengan tragis, adapula yang berawal dari temenan, jadian, dan kembali jadi mantan.
kali ini gue akan ngasih, ciri-ciri cowok yang udah bosan sama pasangannya!
-Cowok mulai diam.
Keadaan ini terjadi, saat cowok merasa ceweknya mulai berubah tanpa disadari. Mereka mulai tertutup pada ceweknya. Dan mulai melirik cewek lain.
-Emosi meledak-ledak.
Kerap kali, hal ini diartikan cewek sebagai tanda perhatian dan sayang dari cowok. Hingga banyak cewek yang disakiti namun tetap bertahan. Gak percaya? Coba lihat perbedaan signifikan mereka saat berdua dengan teman (wanita) yang lain.
-Sistem perbudakan
cowok sering, menjadikan pacarnya sebagai budak. Seperti: minta duit, minta ditraktir, minta dibawain barang yang gak seharusnya dilakukan oleh cewek.
-Pura-pura baik
jenis ini kebanyakan modus. Hanya untuk sesuatu yang mereka inginkan. Setelah didapatkan ceweknya pasti dilupakan. Hati-hati!!
Mungkin itu aja yang bisa gue bagikan. Cowok kamu masuk dalam tipe yang mana?!
Selanjutnya sampai jumpa!!
Langganan:
Komentar (Atom)