Aku bukannya gak pernah pacaran, Aku punya mantan kok. Ada beberapa orang yang pernah singgah dikehidupan aku. Ada yang tinggal untuk sementara waktu lalu pergi, ada yang datang menitip janji lalu meninggalkannya begitu saja. Dan parahnya, ada diantara mereka yang wajahnya masih segar melekat dikepalaku.
Aku pernah merasakan yang namanya patah hati. mencintai dan berharap untuk dicintai, namun tetap terluka. Aku pernah menjalin hubungan serius dengan seseorang, hingga kita berikrar, untuk bersama selamanya. Inilah kebodohan yang sering dilakukan oleh orang yang jatuhcinta. Berjanji ketika bahagia, lalu murka ketika ditimpa masalah. Cobaan selalu menyusup ditiap hubungan. Pelan-pelan kita mulai saling menyalahkan, timbul rasa bosan dan membuat kita ingin saling melepaskan.
Awal putus dari seseorang, memang tidak terlalu menyakitkan. Seperti digigit semut, rasa kaget dan sakit pasti ada, lama kelamaan kita akan terbiasa juga. Hingga sebagian dari kita 'terbiasa'.
Selain patah hati, cinta adalah sebuah perjalanan, tidak seorang pun tahu dimana perjalanan ini akan berakhir.
Kita juga butuh istirahat, begitu pula dengan hati. Hati aku juga butuh istirahat dari perjalanan yang panjang ini.
Cinta bukan hanya masalah perasaan, cinta juga mengandalkan kondisi fisik dan pikiran. Fisik aku juga akan lelah dan rusak, jika disetiap pengorbanan selalu disia-siakan. Pikiran aku bukan hanya berisi tentang cinta, tentang kamu atau tentang mereka. Ini juga demi masa depan aku.
Aku harus fokus dan membagi waktu pada hal yang lain. Sesuatu yang sudah lama aku impikan. Rumah mewah, mobil mahal dan yang pasti kesejahteraan aku dan keluarga (kita).
Kadang aku merasa nyaman dengan kesendirian, namun waktu bisa merubah sgalanya. Kadang aku merasa iri dengan teman maupun orang yang aku temui saat mereka dengan pasangan. Pernah hadir dikepala aku untuk memusnahkan orang-orang yang pacaran, karena hal itu membuat aku sakit hati, nangis berjam-jam dan ngelamun sampai ketiduran. Lalu aku berpikir kembali, jika kita merusak kebahagiaan seseorang, maka kesedihanlah yang akan kita dapatkan, dengan maksud kita tidak akan menemui kebahagiaan kita sendiri.
Lalu bagaimana dengan kehidupan yang aku jalani skarang? Aku pikir semua berjalan baik. Aku merasa bahagia ketika melihat orang lain bahagia. Karena aku punya kenangan yang aku simpan dengan baik. Aku membukanya saat aku merasa kesepian, menertawakannya ketika bosan dan mendoakannya.
Aku punya kenangan, yang menguatkan aku sampai skarang.
:)
Tampilkan postingan dengan label @rizalisme_. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @rizalisme_. Tampilkan semua postingan
Selasa, 06 Oktober 2015
Jumat, 26 Juni 2015
untuk kamu
kita sudah
lama tak saling jumpa, seakan pertemuan 6bulan yang lalu, menjadi yang terakhir
aku melihatmu. Sering aku mengingatmu dalam diamku, mencari sosok dirimu dalam
keramaian dan mendoakanmu dari kejauhan. apa ada yang salah bila aku merindukan
dirimu? Dirimu yang selama ini aku harapkan, dirimu yang selalu aku inginkan. tapi
sayangnya, aku tidak mempunyai keberanian untuk mengatakan padamu. aku
mencintaimu, tanpa ada alasan. Tapi jika kamu meminta alasan maka jawabanku
sederhana ‘karena aku ingin bahagia denganmu’. aku ingin menyebut namamu
didalam tulisanku, namun tidak aku lakukan. Apa sebab? Karena cukup kita berdua
yang tahu. Yang lain cari aja sendiri :p
Sabtu, 04 April 2015
Muts...
Muts...
Ini hari yang spesial dalam hidup kamu.
Hari dimana kamu dilahirkan ke dunia, hari dimana kamu membuka mata dan berjalan merangkai cita-cita.
Aku gak tahu, gimana respon kamu saat baca ini. Kamu pasti bacanya dalam hati. Iyakan? Aku pikir gitu.
Nanti malam, sebelum kamu tidur. Aku pengen kamu pejamkan mata dan mengenang segala hal yang pernah kamu harapkan tapi gak kesampean. Apapun itu.
Dan kamu harus percaya, kamu bisa meraihnya.
Selamat bertambah umur! Semoga apa yang kamu harapkan bisa terkabul. Udah itu aja.
Aku milih ngucapin diBlog, ketimbang ikut jaman. Kamu taukan budaya indonesia tentang ulang tahun. tradisi telur sama tepung. Yang ulangtahun jadi korban. Di tepok pake telur, ditabur tepung, abis itu dimintain traktir lagi. :(
sadar atau ngga, budaya ini masuk pasal pidana 351 tentang penganiayaan.
ya udah, mungkin itu aja yang bisa aku omongin.
Senyum dong! Kenapa? Karena senyum membuat wajahmu lebih indah :) :)
cie.. Tepoktangan dong biar lebih rame.. :D
happy birthday.
Ini hari yang spesial dalam hidup kamu.
Hari dimana kamu dilahirkan ke dunia, hari dimana kamu membuka mata dan berjalan merangkai cita-cita.
Aku gak tahu, gimana respon kamu saat baca ini. Kamu pasti bacanya dalam hati. Iyakan? Aku pikir gitu.
Nanti malam, sebelum kamu tidur. Aku pengen kamu pejamkan mata dan mengenang segala hal yang pernah kamu harapkan tapi gak kesampean. Apapun itu.
Dan kamu harus percaya, kamu bisa meraihnya.
Selamat bertambah umur! Semoga apa yang kamu harapkan bisa terkabul. Udah itu aja.
Aku milih ngucapin diBlog, ketimbang ikut jaman. Kamu taukan budaya indonesia tentang ulang tahun. tradisi telur sama tepung. Yang ulangtahun jadi korban. Di tepok pake telur, ditabur tepung, abis itu dimintain traktir lagi. :(
sadar atau ngga, budaya ini masuk pasal pidana 351 tentang penganiayaan.
ya udah, mungkin itu aja yang bisa aku omongin.
Senyum dong! Kenapa? Karena senyum membuat wajahmu lebih indah :) :)
cie.. Tepoktangan dong biar lebih rame.. :D
happy birthday.
Selasa, 24 Maret 2015
Perpindahan
Gerimis mengawali Pagi yang tenang. Kala mobil jeep hitam melaju dengan kecepatan normal. Aku tahu ini adalah menit terakhir, menghirup udara jakarta. Dingin semakin nyata, saat kaca mobil berembun. Ibu yang saat itu duduk disampingku memberi arahan pada supir dan kakakku, yang tengah asyik bercerita. Aku jelas tak mengerti apa yang mereka bicarakan. Wajar aku masih berusia 6tahun. Yang aku ingat, mobil ini sudah melewati sekolahku.
dari dalam aku menatap sekolahku yang rindang. Otakku kembali dirombak oleh ingatan masa indah, saat aku masih didalam sana. Suara canda dan bel sekolah menyelonong dalam telingaku. Aku menyentuh kaca mobil dengan kedua tanganku, seperti meratapi perpisahan. Ego, membuatku ingin membawa lari sekolah, serta kehidupannya ikut denganku. Tapi, semakin jauh mobil melaju, semakin kecil pula harapanku. Aku menatap jalanan yang aku lewati, hingga ada keinginan untuk tinggal. tapi aku masih terlalu kecil untuk hidup sendirian.
seketika aku bertanya pada wanita yang duduk disebelahku, 'Ma, kenapa kita pindah? Bukankah kehidupan kita baik-baik aja?'
ibuku tersenyum sembari mengelus rambutku. Tatapan yang hangat membuatku bingung.
Dengan pelan ibuku berkata 'nenekmu sudah sakit-sakitan, dan dia butuh kehadiran kita semua kamu sayangkan sama nenek kamu?'
aku menatap ibuku dengan keheranan. Aku tahu ini sulit. Aku tidak menjawab, dan langsung memandang keluar. Perjalanan menuju bandara masih terlalu jauh. Aku tak lagi berkata apa-apa. Sepanjang jalan aku mengenang lagi, saat masih dengan teman-temanku di sekolah. Aku pernah memecahkan jendela kelas 2 saat jam olahraga, dan bersembunyi ditaman. Dan aku juga ingat bagaimana rasanya dicubit oleh cewek, karena salah masuk WC dan dihukum hormat bendera sampai jam pulang sekolah.
Tapi ada 1moment yang membuat aku merasa paling hebat. Ketika aku ikut lomba pesantrenkilat. Dan menjadi juara 2. Aku merasa bangga karena sudah membuat ali mengucapkan 'selamat' padaku. Disisi lain, teman-teman yang memprediksi bahwa ali akan menang, harus tertunduk lesu dan menyorakkan namaku.
Lamunanku buyar, ketika ibuku berkata 'zal, kita udah nyampe. Ayo siap-siap' aku bergegas merapihkan barang dan keluar.
didalam pesawat aku bertanya pada dirisendiri. 'Apa kah hidupku akan lebih nyaman saat aku pindah?' entahlah,, tapi bila diceritakan lebih jauh lagi. Hidupku tidak seperti yang aku bayangkan.
Kini, aku sadar. Tidak selamanya manusia akan menemukan kenyamanan, ada masa dimana mereka harus bertemu dengan kepahitan.
Dari perpindahan aku mengerti, kehidupan begitu kelam tanpa pengalaman..
dari dalam aku menatap sekolahku yang rindang. Otakku kembali dirombak oleh ingatan masa indah, saat aku masih didalam sana. Suara canda dan bel sekolah menyelonong dalam telingaku. Aku menyentuh kaca mobil dengan kedua tanganku, seperti meratapi perpisahan. Ego, membuatku ingin membawa lari sekolah, serta kehidupannya ikut denganku. Tapi, semakin jauh mobil melaju, semakin kecil pula harapanku. Aku menatap jalanan yang aku lewati, hingga ada keinginan untuk tinggal. tapi aku masih terlalu kecil untuk hidup sendirian.
seketika aku bertanya pada wanita yang duduk disebelahku, 'Ma, kenapa kita pindah? Bukankah kehidupan kita baik-baik aja?'
ibuku tersenyum sembari mengelus rambutku. Tatapan yang hangat membuatku bingung.
Dengan pelan ibuku berkata 'nenekmu sudah sakit-sakitan, dan dia butuh kehadiran kita semua kamu sayangkan sama nenek kamu?'
aku menatap ibuku dengan keheranan. Aku tahu ini sulit. Aku tidak menjawab, dan langsung memandang keluar. Perjalanan menuju bandara masih terlalu jauh. Aku tak lagi berkata apa-apa. Sepanjang jalan aku mengenang lagi, saat masih dengan teman-temanku di sekolah. Aku pernah memecahkan jendela kelas 2 saat jam olahraga, dan bersembunyi ditaman. Dan aku juga ingat bagaimana rasanya dicubit oleh cewek, karena salah masuk WC dan dihukum hormat bendera sampai jam pulang sekolah.
Tapi ada 1moment yang membuat aku merasa paling hebat. Ketika aku ikut lomba pesantrenkilat. Dan menjadi juara 2. Aku merasa bangga karena sudah membuat ali mengucapkan 'selamat' padaku. Disisi lain, teman-teman yang memprediksi bahwa ali akan menang, harus tertunduk lesu dan menyorakkan namaku.
Lamunanku buyar, ketika ibuku berkata 'zal, kita udah nyampe. Ayo siap-siap' aku bergegas merapihkan barang dan keluar.
didalam pesawat aku bertanya pada dirisendiri. 'Apa kah hidupku akan lebih nyaman saat aku pindah?' entahlah,, tapi bila diceritakan lebih jauh lagi. Hidupku tidak seperti yang aku bayangkan.
Kini, aku sadar. Tidak selamanya manusia akan menemukan kenyamanan, ada masa dimana mereka harus bertemu dengan kepahitan.
Dari perpindahan aku mengerti, kehidupan begitu kelam tanpa pengalaman..
Langganan:
Postingan (Atom)