Minggu, 09 November 2014

VINA



pagi yang mendung membuka awalan hari ditahun 2014. seorang pria yang biasa disapa ikbal, baru terbangun dari lelapnya mimpi semalam. Dengan wajah yang kusut dia pun segera membuka jendela kamarnya dan menatap ketenangan disekitaran rumah. Suara kicauan burung yang indah membuat pagi itu sangat nyaman dan Tibatiba deringan handphone memecah lamunan pria berusia 23thn itu. segera dibacanya pesan singkat dari seseorang yang memintanya untuk pergi kestasiun Jakarta kota menjemput sang pengirim pesan itu. Sebagai seorang mahasiswa disalah salah satu universtas terkenal diibukota ikbal pun membalas pesan tersebut. Menanyakan siapa dan kenapa meminta dia menjemputnya. Tak lama kemudian, ikbal mendapatkan balasan yang berisi balasan datang saja kamu akan tahu siapa aku,, jam dinding menunjukkan pukul 08.45 pagi. segera ikbal bergegas merapikan isikamarnya yang masih berantakan dan langsung menyegarkan diri sebelum akhirnya berangkat menuju stasiun kereta.

Dengan memakai kaos oblong hitam dikomposisikan dengan jeans panjang, ikbal pun menghabiskan susu yang semalam disimpannya dikulkas, dan dilahap dengan sepenggal cake coklat bertabur keju. Ikbal keluar dengan mobil fortuner putihnya dengan santai. hingga akhirnya ikbal tiba ditujuan. Diparkiran dia melihat banyak orang yang berlalulalang, kepadatan manusia distasiun kereta membuat langkah dan pikirannya semakin penasaran hatinya pun bertanya siapa sosok yang menyuruhnya datang dan membuatnya harus bersatu bersama keramaian distasiun pagi itu.
Tak lama kemudian ikbal mencabut sebungkus rokok miliknya, dihisapnya sebatang rokok tersebut untuk melepas rasa penasaran dalam benaknya. kala itu hujan turun dan terlihat semua orang berlalu lalang untuk mencari tempat berteduh. seorang pria paruhbaya pun menghampirinya sambil berkata ‘’maaf apa saya bisa meminjam korek api ? dengan senyum tulus ikbal pun memberikan korek apinya kepada pria paruhbaya itu. dan terjadilah perecakapan singkat antara 2 pria yang berbeda umur. Pria tua membuka cerita katanya dia sudah dari jam 6pagi ada distasiun itu untuk menunggu kedatangan istri dan anaknya dari kampung. ikbal pun menjalin cerita dan dia pun mengatakan dia juga sedang menunggu seseorang yg dia sendiri tidak tahu siapa ? pria tua itu tertawa dengan wajah yang sedikit bingung, sembari berucap pada ikbal ‘’ anda datang mennunggu sesorang yang anda sendiri tidak tahu siapa orangnya ?? ikbal menjawab dengan senyumsimpul seakan akrab dengan pria tua itu. Kereta yang ditunggu pun datang kereta dari bogor berwarna hijau kuning itu membuat semua pengunjung berdiri, seakan tidak sabar lagi untuk menemui dan melepas rindu dengan orang yang mereka nantikan. Ikbal masih belum beranjak dari tempat duduknya, dan pria tua itupun berpamitan untuk merapat menuju kereta menjemput istri dan anaknya, sambil meninggalkan ucapan terimakasih untuk korek api yang dipinjamkan ikbal.

Ikbal melihat pria tua itu melangkah meniggalkan dirinya tak lama kemudian handphonenya berbunyi dan pesan singkat pun menyapa ‘’kamu udah nyampe ? aku tunggu dicafe ya soalnya aku haus mau minum dulu langsung dicafe aku tunggu,, ikbal kembali dibuat bingung dan ikbal pun kembali menjawab pesan singkat itu dan mengatakan bahwa dia akan segera menuju cafĂ©. Setibanya dicafe dia melihat ada beberapa orang yang sedang menikmati hidangan, ada yang sedang ngobrol dan tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahu kanannya, ikbal pun teresentak histeris dengan wajah yang merah. tawa sendu dari sosok itu membuatnya terkejut ‘’Hahahaha kamu kaget ya !!! belum sempat ikbal menjawab kembali dia dihujat dengan pertanyaan baru ‘’masih ingat gak sama aku ? hayoo sapa coba ?? sejuta Tanya menyelimuti diri ikbal matanya tertuju tajam pada sosok yang sudah membuatnya penasaran dan sekarang sosok itu kembali membuat jantungnya hampir saja putus. Ikbal masih terdiam mengacak-acak kembali ingatan dalam otaknya agar bisa ingat siapa sosok wanita ini.

Kita duduk dulu yuk’’ kamu mau minum apa ? Tanya wanita tersebut pada ikbal. Ikbal pun senyum dan mengikuti ajakan wanita itu. Wanita itu kembali tersenyum dengan penuh keceriaan dan ikbal seperti orang yang tercekik tak bisa berkata apa-apa. Ikbal coba menyatu dengan suasana saat itu dengan memesan secangkir kopi. Kedua insan ini saling bertatapan diikuti senyuman yang berkembang. Namun ikbal masih tertatih dalam rasa penasarannya. Dia masih belum bisa mengenali sosok wanita cantik ini. Wanita itu pun membuka pembicaraan dengan menanyakan bagaimana kabar ikbal, tentang kuliahnya, keluarga hingga kisah percintaan ikbal. Ikbal pun dengan tenang menjawab semua pertanyaan dari wanita itu meskipun ikbal merasa canggung saat menjawabnya. Ikbal pun kembali menanyakan hal yang sama kepada sang wanita dan dengan senang wanita itu menjawab semua pertanyaan ikbal. Tak lama pelayan datang membawa secangkir kopi dan segelas orangejuice untuk ikbal dan sang wanita, setelah keduanya membasahi bibir dan isi tubuh dengan minuman masing-masing, ikbal pun memberanikan diri dan menanyakan siapa identitas sosok yang saat ini membuatnya kalut dalam kebingungan. Lagi-lagi wanita itu memberi senyum manisnya kepada ikbal dan mengatakan yang sebenarnya siapa dia, dari mana dan kenapa harus ada dihadapan ikbal ! sungguh pagi itu menjadi sangat dingin ikbal merasakan hawadingin yang menyengat seluruh tubuhnya, jiwanya tidak mampu lagi menyatu dengan perasaannya, ikbal seperti anak kecil yang tidak tahu harus melakukan apa-apa. Ikbal tidak menduga bahwa wanita yang berada didepannya ini adalah wanita yang pernah bersama-sama dengannya melewati masa sekolah dulu. Dan wanita inilah yang selalu didambadambakan oleh ikbal sewaktu sekolah. namun pada usia 8tahun ikbal harus terpisah dengannya dan teman-teman kerena ikbal harus pindah keluar kota dan meninggalkan kebahagiaan yang belum terselesaikan. Ikbal seakan tidak percaya dengan kejadian yang saat ini tengah terjadi. Dia serasa terbawa oleh mimpi dalam tidurnya kemudian, ikbal pun mencoba untuk berbicara dengan kata-kata yang masih tertahan dalam mulut. mencoba merangkai kalimat indah dan airmatanya pun tumpah tanpa disengaja. Suasana stasiun kereta yang tadinya ramai dengan deru kesibukan berubah dengan keharuan yang seakan-akan menutup semua kebisingan disekeliling mereka. Vina pun melipat bibirnya yang merah merona, matanya pun mulai dipenuhi dengan air yang sebentar lagi akan membasahi wajah cantiknya. Mata ikbal menatap tajam sembari menggenggam tangan vina yang menjulur kesisi meja. Diraihnya tangan halus itu digenggam erat seakan tidak ingin moment ini berakhir dengan cepat. Vina pun pasrah dibiarkan tangannya itu digenggam oleh pria yang sudah lama dirindukannya, wajah vina yang cantik layaknya bidadari itu dibasahi dengan airmata yang sudah mengalir tanpa hentinya. Keduanya terus-terusan bertatapan dengan kepala yang dianggukkan, seakan memahami arti dari pertemuan ini. Ikbal kembali membuka pertnyaan dengan pelan ikbal bertanya ‘’kamu apakabar vina ? aku gak nyangka bakalan mendapatkan kejutan seperti ini dari kamu !! ikbal senyum dan menanti jawaban dari vina yang lantas dijawab dengan nada yang sama dengan ikbal ‘’aku baik-baik aja bal, aku kangen sama kamu’’.ikbal tersenyum dan menyeka wajahnya vina dengan lembut sambil mengatakan ‘’habis ini aku mau ajak kamu jalan’’ keliling kota aku harap kamu gak capek ya’’ vina pun dengan senanghati menyetujui permintaan ikbal dengan senyum yang diikuti dengan anggukan. Stasiun kota selalu penuh dengan kesibukan, ikbal dan vina segera mobil. dalam perjalanan kemobil rintikan hujan menemani langkah mereka berdua vina dan ikbal pun masuk kemobil dan segera mengukir kenangan. Sepanjang perjalanan tidak lelahlelahnya vina ngoceh tentang sejarah sewaktu masih SD perubahan yang terjadi saat ikbal sudah berpisah dengannya dan teman-temannya yang lain hingga vina berada disamping pria yang selalu menggangu kesibukannya itu. Ikbal pun tidak kalah seakan ingin mempertontonkan pada vina bagaimana kisah hidupnya setelah sekian lama tidak jumpa dengan vina dan teman-temannya. Sepanjang perjalanan ikbal dikejutkan dengan perubahan yang terjadi dalam raut wajah vina. Entah kenapa keceriaan yang terpampang jelas diwajahnya seakan berubah menjadi mendung, Ikbal pun mencoba larut dengan keadaan. dengan tenang ikbal menanyakan kepada vina alasan apa yang membuat vina tiba2 murung. Vina terdiam, matanya menatap ikbal namun senyumnya merekah dingin seakan mewakili perasaannya saat itu. Ikbal kembali menanyakan hal yang sama namun vina diam saja kali ini wajahnya dia alihkan keluar jendela dengan tatapan kosong. Ikbal tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya usahanya seakan tidak berhasil tak lama kemudian ikbal memberhentikan mobilnya diparkiran salah satu rumah makan terkenal diibukota Jakarta. Diajaknya vina untuk turun dan menikmati makan siang karena mengingat waktu saat itu sudah menunjukkan jam makansiang. Setelah sampai didalam vina dan ikbal memesan makanan sesuai selera. Tak ada Tanya jawab diantara mereka berdua. hanya saling bertatapan tanpa kata. Hingga makanan yang dipesan tiba barulah mereka saling membuka suara, ikbal membuka kemudian menanyakan alasan apa yang membuat vina murung didalam mobil. Kemudian vina yang sedang asyiknya mengunyah makanan pun kaget dan langsung meminum segelas air. Jemarinya yang halus pun menyeka bagian pinggiran mulutnya yang kotor dengan sisa minyak. Vina pun menjawab dengan wajah yang murung tatapannya tidak tertuju pada ikbal kepalanya ditundukkan dan suara yang lemah vina pun mengatakan kepada ikbal. Ikbal yang sudah penasaran tidak sabar, ingin mendengar jawaban dari vina. telinganya dipasang dengan kuat seakan tidak inigin melewatkan 1kata dari vina. vina pun mengangkat wajah cantiknya yang lesu sembari berucap’’ alasan kenapa aku tadi cemas dan murung dimobil karena aku sebenarnya!!,, tatapan ikbal semakin tajam pada vina dan berkata ‘’sebenarnya kenapa’’ vina belum memberikan respon yang pas dan ikbal pun tersigap dengan badan yang penuh semangat ingin tahu alasan vina, lantas vina menjawab.’’ Aku sebenarnya laapaarrrrr ikbal makanya aku lesu dech hehehehehehe…’’ ikbal pun menghembuskan nafasnya yang sudah dari tadi tertahan dengan ucapan lirihnya ‘’huuuuu kamu ada ada aja. Aku kirain juga kamu murung karena masalah apa ternyata kamu lapar huuu vina vina … vina pun tertawa sambil menunjuk kearah ikbal dan berkata ‘’kasiannn aku kirain kamu gak perhatian sama aku ternyata kamu emang perhatiaan ya  sama kayak sd dulu.. hehehe’’ ikbal pun menerima kekalahan dijahili oleh vina. Ikbal membalas ucapan vina hanya dengan gelengan kepala. Mereka pun segera menghabiskan makanan dan segera meninggalkan tempat makan itu. Dalam perjalanan mengitari kota Jakarta vina pun mengatakan pada ikbal bahwa dia ingin diantar pulang kerumah tantenya yang saat itu berada tidak jauh dari pusat kota. ikbal pun segera mengantar vina pulang kerumah yang dia tuju. Sesampainya dirumah tante vina para sanak keluarga vina sudah menunggu dengan suasana was-was bercampur kebahagiaan. Vina pun berkumpul dan berbagi candatawa beserta rindu pada sanak keluarganya. Tak lama kemudian seorang ibu yang kirakira berumur 40an memanggil ikbal dan menyuruhnya untuk mampir sambil menikmati hidangan yang sudah disajikan keluarga vina. Ikbal pun disuguhi minuman dan beberapa kue khas Jakarta. Suasana harmonis membuat ikbal terasa bagai dirumah sendiri ikbal pun diajak ngobrol oleh sanak keluarga vina dan berbagi pengalaman. Tante vina kaget karena tahu ikbal adalah sahabat sd nya vina yang sudah lama tidak berjumpa.  tante vina sangat akrab dan mudah beradaptsi dengan siapa saja apalagi ibunya ikbal dulu selalu meminta bantuan untuk menjahit baju dan berbagai souvenir lain kepada tanatenya vina.

Setelah berganti pakaian vina pun berkumpul bersama ikbal dan keluarganya percakapan hangat terjadi diruang keluarga. Tak lama kemudian ikbal meminta izin pada keluarganya vina untuk pamit kembali kerumah. Vina pun dengan heran bertanya pada ikbal alasan kenapa harus buruburu pulang seakan ingin menahan ikbal untuk tinggal lebih lama dengannya, ikbal pun menjawab dengan tenang ada urusan yang harus diselesaikan wajah vina murung diikuti mulutnya yang dibuat monyong seperti gadis kecil yang tidak dibelikan boneka oleh ayahnya. Namun ikbal yang mengerti dengan perasaan vina menjanjikan bahwa besok akan datang dan menghabiskan waktu yang lebih lama dari hari ini vina yang mendengarnya pun sontak kegirangan dan tanpa sadar atau tidak langsung memeluk ikbal dengan erat ikbal yang kaget dan malu karena berada ditengah suasana keluarga pun hanya bisa terkancing dan memeluk vina dengan rasa canggung. Sorak tawa pun meledak dari keluarga vina melihat vina yang baru saja memeluk ikbal dengan bahagia dan sepupunya vina pun meledek vina dengan ucapan ‘’cieee ka vina lagi fallin love sm k iqbal’’ vina dan ikbal terlihat samasama menyembunyikan kebahagiaan dengan memberi senyuman kepada mereka semua. Ikbal pun bergegas pergi dan diantar oleh vina. Sebelum Iqbal pergi vina mengatakan kepada ikbal jangan lupa untuk memberi kabar jika ikbal sudah sampai dirumah. Ikbal dengan senang mengiyakan permintaan vina. Mereka pun mulai berpisah dan terlihat ikbal melambaikan tangan pada vina dan keluarganya. Ikbal bergegas pulang dengan perasaan yang penuh kebahagiaan. Dalam perjalanan menuju rumah ikbal masih tidak percaya dengan kejadian yang baru saja terjadi dalam hidupnya. Ikbal masih terus tersenyum bangga mengingat vina yang dulunya hanya anak ingusan manja kini sudah berubah dewasa menjadi sosok bidadari yang dikirim tuhan untuk menjadi hadiah terindah dalam hidup ikbal. Sesampainya dirumah ikbal langsung memarkir mobil dan segera bergegas menuju kamar untuk membersihkan diri dari rasa lelah dan penat setelah sehaian menghabiskan waktu dengan vina. Setelah semua selesai ikbal langsung mengirim pesan singkat kepada vina sesuai janjinya sewaktu dirumah tante vina. Vina yang saat itu tengah asyik bercengkrama dengan keluarga dirumah tidak mengetahui bahwa ikbal sudah mengirim pesan karena handphone vina saat itu sedang berada dikamar. Ikbal yang hatinya sedang penuh kebahagiaan pun menunggu balasan dari vina namun sampai dirinya tertidur vina belum juga merespon.

Senja mulai datang dan nampaknya malam akan segera tiba, vina yang seharian ini sedang asyik-asyiknya berkumpul bersama keluarga pun segera bangkit menuju kamarnya. Bergegas merapikan segala sesuatu dikamar dan saat sedang bersiap-siap untuk mandi mata vina tertuju pada handphonenya. vina baru sadar jika ikbal sedari tadi mengiriminya pesan memastikan bahwa ikbal sudah dirumah karena berpikir ikbal sudah menanti balasan dari vina segera vina menelpon ikbal, namun sayangnya panggilan itu hanya dibalas nomor yang anda tuju sedang tidak aktif,, mendapat jawaban sperti itu vina hanya diam dan segera mandi tanpa ada rasa khawatir sedikit pun. Setelah mandi dan berpakaian vina segera kembali melakukan aktifitasnya yang tidak lain adalah sebagai seorang blogger. Dinyalakan laptop kesayangan miliknya dengan jaringan wifi yang sudah tersedia dirumah vina pun segera mengintip segala sesuatu yang dia miliki didunia maya. Jam menunjukkan pukul 07.15 malam ikbal baru terbangun dari tidur siangnya yang melelahkan dengan wajah yang masih kebingungan dan langkah gontai yang sempoyongan ikbal segera bergegas untuk mandi dan mempersiapkan diri untuk makan malam. Setelah makan malam ikbal selesai ikbal kemudian berpikir untuk melanjutkan sisa tugas yang dia peroleh dari kampusnya. Dibacanya bukubuku mengenai ilmu social bermasyarakat untuk dapat membantuya menyelesaikan tugasnya tersebut. Setelah menghabiskan waktu 30menit bergelut dengan tugas ikbal segera bangkit dari meja belajarnya, merapikan semua kebutuhan yang dia perlukan dan terus menemui handphone miliknya. Ikbal beru sadar jika handphonenya mati karena kehabisan batrei bergegas ikbal mencarz handphonenya dan segera dinyalakan untuk melihat siapa saja yang mengirimi pesan. Ikbal menerima 3pesan 2diantaranya adalha teman ikbal yang menyakan tentang tugas kampus dan memanggilnya untuk bermain futsal jika ikbal ada waktu. Dan yang terakhir adalah pesan dari layanan operator dengan omongkosong yang membuat penuh inbox dihandphone ikbal. ‘’koq vina gak ngebalas sms gw ya ?? jangan-jangan dy udah lupa lagi’’ begitu kata ikbal dalam hati. Ikbal yang teringat dengan vina langsung mengiriminya pesan yang berisi pertanyaan ‘’kamu dimana ? aq tunggu balasan kamu koq gk dbls ?.. vina yang sedang asyiknya disibukkan dengan obrolan didunia maya tiba-tiba dikagetkan dengan deringan handphone miliknya dan ternyata pesan itu dari ikbal. Dengan senyum simpul vina pun membalas pesannya ikbal dan mengatakan maaf karena seharian handphone miliknya ditinggalkan dikamar makanya tidak tahu bahwa ikbal sudah mengirimi pesan. Ikbal yang masih dirudung sisasisa kangen karena seharian ini bersama vina mulai merasakan khawatir dengan keadaan vina apa ini yang disebut kerinduan ? apa gw mulai jatuhcinta sama vina ?? ikbal yang tersandar dikursi kamar miliknya terus menerus berpikir tentang hatinya dan nampaknya dinding kamar ikbal mulai dipenuhi dengan wajah dan bayangan vina. vina yang sedang menikmati liburan dari kerjaannya sebagai mahasiswi diunversitas padjajaran ini menerima email dari ayahandanya yang saat itu ada diamerika dalam hal pekerjaan. Vina senang dan bahagia bisa menerima email dari ayahnya yang akan segera tiba diindonesia. 

Vina begitu bahagia mengetahui ayahnya akan segera pulang. Belum lama menikmati kebahagiaan itu, tiba-tiba handphone vina berbunyi. vina tidak mengenali siapa penelpon itu, dan membiarkannya selama 4kali dan baru diangkatnya ketika vina berpikir mungkin dari sahabatnya dikampus atau si ikbal. Dengan cuek vina mengangkat telepon itu. sembari berkata ‘’hallo ?? hallo ?? ini siapa ya ?? suara vina merdu terdengar membuat sang penelpon misterius berani untuk menjawab, ‘’hallo vina ,aku harap kamu gak lupa sama aku!! ini aku abdel.’’ Wajah cuek vina kini mulai berubah seperti tidak percaya dengan suara yang sudah merobek gendang telinganya suara yang tidak asing lagi dalam keseharian vina., suara yang pernah mengisi kesepian vina dan suara yang pernah membuat kerinduan panjang dalam kehidupan vina. abdel adalah kekasih vina. abdel adalah anak seorang pengusaha besar, ayahnya juga seorang diplomat politik yang selalu tampil ditelevisi dalam berbagai forum kenegaraan. Abdel saat ini bekerja, melanjutkan bisnis ayahnya sebagai pemegang perusahaan baju terkenal dan juga presiden direktur salah satu siaran televisi milikmindonesia. Vina dan abdel sebenarnya masih terikat dalam satu hubungan dan belum ada kata berpisah maupun putus, hanya saja tuntutan pekerjaan dan vina yang masih sibuk dengan study, membuat komunikasi mereka terhenti. Malam itu vina dan abdel pun saling melepas rindu dihandphone. mereka berbagi cerita sampai lupa waktu. Ikbal yang dirudung rasa kangen dan sejuta harapan kepada vina memberanikan diri untuk menelpon sang pujaan hatinya. Dengan perasaan yang tidak biasanya ikbal pun segera menelpon vina namun sayang nomor vina sibuk karena sedang melepas kangen dengan seseorang. 7kali panggilan ikbal lakukan namun jawaban yang sama ikbal dapatkan.ikbal menghela napas sedalam mungkin menghembuskannya dengan panjang. Ikbal melangkahkan kakinya keluar rumah dan menikmati pemandangan malam diteras kamarnya sambil menikmati rokok surya miliknya. Dengan perasaan yang mulai tidak karuan ikbal Nampak seperti orang stress kegelisahan terlihat jelas kala rokok yang dipegangnya itu mulai dihisap secepat mungkin. Ikbal gelisah tidak menentu. dalam kebimbangan, vina masih asyik dengan sang kekasihnya tanpa ada perasaan sedikit pun untuk menghawatirkan ikbal. Malam mulai larut dan ikbal pun mengakhiri malam dengan kerinduan yang belum terselesaikan. Keesokan paginya, seperti biasa ikbal bangun dan melakukan aktifitasnya dengan santai. Ikbal yang baru selesai sarapan menerima pesan dari vina untuk segera menjemputnya  dan membawanya berkeliling kota seperti janjinya kemarin. Ikbal dengan segera berkemas dan merapikan diri untuk segera pergi menjemput sang bidadari. Vina pagi itu nampak cantik sekali, membuat ikbal berdecak kagum. tidak henti-hentinya ikbal memperhatikan vina yang begitu sempurna dihadapannya. Lamunannya pecah ketika vina mengatakan ‘’hey kamu kenapa ? kok bengong ?? Ikbal pun menjawab ‘’aku gak kenapa2 kamu cantik banget hari ini dan aku suka’’ pujian dari ikbal membuat vina hanya tersenyum, dan segera berpamitan pada keluarga bahwa dia akan pergi dengan ikbal. 

Sepanjang perjalanan lirikan mata ikbal mengarah pada vina. dipikrannya hanya ada kebahagiaan dan mulutnya seakan tidak mampu lagi untuk mengatakan keinginannya untuk memiliki vina sebagai kekasihnya. handphone milik vina berbunyi, vina menerima pesan dari sang kekasih yang menanyakan keadaan vina. vina membalas sms itu dengan raaut wajah kebahagiaan. ‘’koq kamu senyum sendiri ? kenapa emangnya ? vina pun membalas ‘’gak nih ada yang ngirim pesan ke aku lucu aja makanya aku ngerasa senyum' ikbal tidak menaruh curiga sedikit pun pada vina. Ikbal dan vina akhirnya sampai pada tempat perbelanjaan disalah satu pusat ibukota. Ikbal dengan senang menemani vina untuk berbelanja semua kebutuhan yang dibutuhkan vina. setelah lelah mondarmandir menemani vina belanja ikbal dan vina memutuskan untuk makan siang dipusat perbelanjaan itu. Menikmati hidangan makanan siang yang begitu nikamat dan suasana riuh dengan padatnya pengunjung membawa mereka pun hanyut dalam suasana obrolan yang begitu hangat. ikbal dan vina begitu bahagia. Ikbal terus menatap  vina dengan penuh cinta dan harapan vina pun membalas semua yang dilakukan ikbal kepadanya. Jam pun menunjukkan pukul 15.45 sore. tanpa terasa, vina dan ikbal sudah melewati kebersamaan selama itu. Ikbal pun menawari vina untuk pergi ke bioskop vina pun mengiyakan ajakan ikbal. Segera ikbal menambah laju gas mobilnya dan merapat pada bioskop yang sudah ditentukan. Setelah membeli tiket masuk dan segera vina dan ikbal duduk berduaan. Ikbal dan vina menikmati film yang diputar oleh bioskop itu. Efek dari film cinta itu membuat vina terharu dan meneteskan airmata. ikbal kaget dan vina pun tanpa sadar menggengam erat bahu ikbal sambil membiarkan airmatanya membasahi bahu. Ikbal yang mengerti dengan perasaan vina pun, mengelus dengan lembut rambutnya. romansa cinta meledak kala film itu mulai berakhir. vina semakin larut terbawa film tersebut hingga filmnya berakhir vina masih belum berhenti menangis. Ikbal pun menghibur vina dengan humor-humor segarnya yang mengejek vina terlihat seram ketika menangis dan menakutkan jika vina sedang membasuh ingus. Vina dengan manja mulai senyum miris dengan kedua tangannya menutup wajah vina pun membersihkan sisasisa airmata. Vina kembali mengejek ikbal yang katanya penakut jika sedang dikegelapan dan cengeng ketika tidak diberi kabar. Ikbal dan vina pun saling menertawakan. Kemudian mereka meninggalkan bioskop dan menuju kediaman masing-masing tidak lupa ikbal mengantar vina ke rumah dan ikbal pun pamit pada vina dan keluarganya. Vina yang kelelahan dari aktifitasnya seharian bersama ikbal segera memanjakan diri dengan merendam diri dalam bak yang berisi airhangat. Sebelum akhirnya di panggil tantenya untuk makan malam. Ikbal pun demikian setelah tiba dirumah ikbal segera mandi dan mkan malam tanpa banyak melakukan kegiatan tambahan. Setelah merasa segar dan kenyang ikbal segera menuju kamar dan membanting dirinya diatas tempat tidur, karena kelelahan yang panjang ikbal pun hanyut dalam mimpinya. Deringan telpon vina berbunyi terenya ada 4panggilan tidak terjawab, dan ternyata adalah kekasih vina yang tidak lain adalah abdel. Vina segera menelpon abdel dan ingin memberitahukan semua tentang kejadian yang dialaminya hari ini namun sayang handphone abdel sudah tidak aktif. Vina merasa gelisah dan mencoba menelpon ikbal. Ikbal yang belum lama tertidur akhirnya terbangun dan meladeni telponnya vina. Sedang asyiknya ngobrol, vina mendapat pesan dari abdel yang membuat vina mengakhiri pembicaraan dengan ikbal. Ikbal pun dengan tulus mengiyakan permintaan vina dan kembali melanjutkan tidurnya. Abdel dan vina ngobrol. ditengah pembicaraan mereka terlibat adu mulut, abdel yang menuduh vina sudah mengkhianti cintanya karena sudah terbiasa dengan ikbal. Vina bersikeras pada pendiriaanya bahwa ikbal adalah teman terbaiknya dan tidak punya hubungan special seperti seorang kekasih. Abdel mengatakan, besok dia akan datang dan menemui vina menyelesaikan masalah mereka. vina lega dan menyepakati akan menemuinya besok hari. Setelah menghabiskan 30menit didepan televisi, ikbal segera pergi kekamarnya dan bergegas untuk mandi sebelum memutuskan untuk pergi kerumah vina hari ini. Ikabal sengaja tidak memberitahukan vina karena dia ingin memberi kejutan untuk mengajak vina kesuatu tempat dimana tempat itu adalah tempat yang akan ikbal gunakan sebagai tempat menytakan cinta pada vina. dengan kesiapan yang matang ikbal dengan mantap melangkahkan kaki keluar dari rumahnya dengan penuh kepercayaan diri. Sepanjang perjalanan ikbal terlihat santai dan penuh kebahagiaan apalagi dalam genggamannya dia sudah mempersiapkan sesuatu yang nantinya akan diberikan pada vina sebagai bukti bahwa ikbal benar-benar mencintai vina. sesampainya dirumah vina ikbal melihat dari luar Nampak suasana dirumah saat itu begitu sepi seperti rumah tanpa penghuni. Ikbal turun dari mobil kesayangannya dan masuk untuk menemui vina. sesampainya didepan pintu tiba-tiba ‘’eh ka ikbal !! nyariin ka vina ya ??' suara mungil dari sepupunya vina mengejutkan ikbal saat itu. Ikbal yang terkejut menjawab ‘’ iya, ka vinanya ada ? Tanya ikbal kepada tari. dengan wajah yang lesu tari menjawab ‘’ ka vinanya udah pergi ka ikbal sama tante dan paman katanya sih mau kebandara !!' ikbal yang mendengar hal itu langsung kembali menginterogasi tari dengan penuh keingintahuan ‘’kebandara ? mau jemput siapa emangnya ? tari diam dan menggelenggelengkan kepala seakan memberi isyarat bahwa tidak mengetahui tujuan mereka. Ikbal terdiam. dipandangnya seluruh halaman rumah vina seakan akan menemui jawaban dari maksud tujuan mereka kebandara, tanpa membuang waktu lama ikbal segera pergi meninggalkan tari dan pergi. dibandara vina beserta tante dan pamannya sudah menunggu kedatangan seseorang, tak lama kemudian pesawat garuda airlines pun mendarat. Para penumpang dari eropa tiba. 15menit berlalu, datanglah sosok yang ditunggu-tunggu ‘’papa ?? papa vina kangen sama papa !!! ‘’ teriakan histeris dan pelukan manja dari vina mendahului moment pertemuan anak dan ayah ini , papanya vina pun memeluk erat tubuh sang putri semata wayangnya dengan penuh sukacita ‘’papa gak nyangka malaikat papa yang bandel ini udah besar ya,, sambil tangannya mengelus rambut vina. paman dan tante vina pun demikian mereka layaknya keluarga yang terpisah mereka pun berpelukan dan melepas rindu masing-masing. Sepanjang perjalanan menuju rumah ayah vina tidak hentihentinya menanyakn kepada putri semata wayangnya tentang perjalan hidup selama ditinggal oleh beliau. Vina dengan senang menjawab semua pertanyaan ayahnya dan selalu disahuti oleh paman dan tantenya vina. dalam perjalanan menuju rumah vina menerima pesan dari abdel yang katanya mau bertemu vina. vina yang baru saja ingin menghabiskan waktu dengan ayahnya harus menerima permintaan sang kekasih karena tidak ingin lagi terjadi salahpaham antara mereka. dirumah vina dan rombongan yang ada didalam mobil sudah disambut oleh abdel yang ternyata baru saja datang dan menunggu vina. abdel segera berjabat tangan pada ayah vina dan juga paman beserta tante. Mereka mempersilahkan abdel masuk dan berkumpul bersama keluarga vina didalam rumah.

Hari ini vina penuh dengan kebahagiaan lengkap sudah baginya karena berkumpul bersama sang ayah dan sang kekasih. Vina menikmati dan hanyut dalam nuansa keharmonisan keluarga saat itu. Abdel pun tidak ingin melewati moment ini maka diapun memilih untuk selalu bersama disisi vina. kemesraan yang ditunjukkan vina dan abdel membuat ayah vina bertanya kepada mereka tentang kapan melangsungkan pernikahan. Abdel pun dengan mantap menjawab akan segera menikahi vina dan berharap restu dari keluarga vina. vina hanya tersenyum bangga dengan perasaan bahagia. Vina akan segera menikah dengan abdel. Untuk menghilangkan penat dalam hati dan pikiran, ikbal memilih untuk tidak langsung pulang melainkan dia menghabiskan sisa perjalanannya dengan mampir kesebuah cafĂ©. Sesampainya dicafe ikbal memesan secangkir cappuccino sambil menikmatinya dengan santai. Rokok tidak lupa dia hidupkan. Ikbal termenung sendirian, entah apa yang sedang dipikirkan. mungkin hanya rokok dan cappuccinonya saja yang bisa memahami keadaan ikbal. Dalam lamunan ikbal tanpa sadar menarik handphone miliknya dan membaca kembali pesan dari vina yang belum terhapus. Ikbal terus membayangkan vina, seakan vina ada dihadapannya menikmati sisa hari bersama dirinya. Lirikan mata ikbal pun tertuju pada sebuah kotak kecil berwarna merah yang sedari tadi bersembunyi didalam genggaman ikbal. Kapan kotak merah kecil ini akan diberikan pada vina ? Tanya ikbal dalam lamunan. Sepertinya gagal kejutan yang dijanjikan ikbal, hanya kehampaan yang kini dia rasakan. Tak lama kemudian, setelah menghabiskan waktu dicafe ikbal segera bangkit dari tempat duduknya dan segera melajukan mobil untuk pulang kerumah. malam tiba. Ikbal menerima pesan dari vina. vina mengatakan ingin bertemu ikbal, karena ada sesuatu yang ingin vina bicarakan. Ikbal bahagia, karena besok akan bertemu dengan vina dan berharap agar pagi segera datang karena ikbal ingin memberikan sesuatu kepada vina. ikbal tidak sabar, ingin mengungkapkan seluruh keinginannya kepada vina. springbed miliknya seakan menjadi landasan pacu, mendaratnya tubuh gempal ikbal yang kegirangan.  akhirnya dia pun terpejam sampai sang fajar tiba. Vina yang malam itu tengah sibuk mengatur segala sesuatunya untuk prosesi pernikahan, cukup bahagia karena bisa melewatinya bersama abdel. Gaun pengantin dan tempat untuk melangsungkan pernikahan sudah tertata rapi. semuanya sudah selesai, hanya menunggu waktu yang tepat untuk melangsungkan hari kebahagiaan itu. Malam yang romantis dilewati vina dan abdel dengan penuh kebahagiaan dan malam yang nyenyak untuk ikbal mengarungi dunia mimpi dalam lelapnya. Pagi datang cahaya matahari seakan bertamu kerumah ikbal. Dibukanya jendela kamar dan menyambut pagi itu dengan wajah kegembiraan, ikbal segera membersihkan diri. dalam kurun waktu yang begitu singkat, jam menunjukkan pukul 09.00wib.
Ikbal segera menghubungi vina dan menanyakan tempat dimana akan bertemu. Vina merespon dengan memberikan jawaban singkat berisi stasiun Jakarta kota. Hari itu ikbal terlihat tampan dan dikecup dengan halus kotak kecil berwarna merah itu dengan penuh harapan. hari ini adalah hari kemenangan cinta dalam kehidupan ikbal. ‘’vina aku mencintaimu’’ ikbal berbicara dihadapan cermin dengan senyuman pasti sambil menggengam erat kotak itu. Dalam perjalanan ikbal merasa sedang dalam perjalanan menuju surga. disekelilingnya seakan dipenuhi lukisan-lukisan dan pemandangan yang tidak mampu digambarkian oleh tangan-tangan pelukis. Semuanya terlihat indah. akhirnya mobil ikbal pun berhenti diparkiran dan mengakhiri imaginasi ikbal. Ikbal turun dari mobil dan melangkah ketempat yang sudah dijanjikan. Dari kejauhan ikbal melihat saat itu stasiun Jakartakota seperti kurang dengan kesibukan. entah kenapa tidak seperti biasanya. Kesunyian terlihat dibeberapa tempat namun ikbal tidak mempedulikan dengan suasana itu. Ikbal berjalan menuju kursi panjang yang pernah dia duduki untuk menuggu vina sperti waktu menunggu vina diawal pagi tahun itu.

Beberapa orang berlalulalang ada yang sedang menunggu dan yang mengantar, dan ada yang harus melakukan perpisahan. tiba-tiba saat sesosok wanita cantik dengan rambut hitam terurai, mendekat dan merebahkan tubuh pada kursi panjang itu. Ditatapnya ikbal dengan wajah penuh keragu-raguan. dengan tenang dan suara yang pelan, wanita itu pun mengejutkan ikbal ‘’ikbal !! sembari tangannya menepuk bahu kiri dari sang pria gempal itu. Ikbal menoleh pelan kearahnya, dengan penuh decak bahagia rona wajah yang berbinar dibalasnya sapaan wanita itu ‘’ vina !!! kamu udah disini ? aku gak tau kalo kamu udah disamping aku !!'' vina menyembunyikan kegundahan dalam hatinya dengan memberi senyuman manis kepada ikbal. Vina tersenyum dan berbicara ‘’ikbal aku mau ngomong sesuatu sama kamu !!' vina berucap sembari menyembunyikan bibirnya. matanya menatap ikbal namun hatinya seakan tidak kuat lagi untuk melampiaskan semua isi hati. vina  tahu ini akan terasa berat untuk ikbal terima, menyakitkan untuk didengar dan terasa pahit untuk dicerna. ikbal dengan wajah yang mulai bingung berkata ‘’mau ngomong apa vina ? kok kamu kayak keliatan tegang ?’’ seakan ada canda dalam pertanyaan ikbal, vina kembali menundukkan kepala seakan tak mampu menghapus senyuman diwajah ikbal. vina takut untuk berucap yang sebenarnya, tidak ingin menyakiti suasana vina mengajak ikbal ke cafĂ© yang pernah mereka berdua singgahi sewaktu pertama bertemu. Dengan gerak langkah yang mantap segera ikbal dengan vina berjalan menuju cafĂ© tersebut. Sesampainya dicafe mereka berdua memesan minum namun vina saat itu menolak untuk minum dengan alasan dia baru saja selesai menghabiskan sarapan dirumah. Ikbal mulai curiga karena tidak seperti biasanya vina begini. Saat pelayan datang membawakan minuman yang dipesan ikbal. Ikbal mulai menghangatkan suasana dengan mengawali pembicaraan terlebih dahulu. Namun semua yang dibicarakan ikbal hanya direspon dingin oleh vina. seakan tidak ingin tahu dan dalam pikirannya saat ini adalah, bagaimana mengakhiri pertemuan dengan ikbal. vina terus tersenyum. merasa tidak direspon oleh vina, ikbal dengan tenang meminum kopi dan mulai menanyakan perihal apa yang ingin dibicarakan vina. vina menghela nafas panjang. Kedua tangannya merapikan rambutnya, pandangannya yang tadi mengarah entah kemana, sekarang mulai tertancap pada ikbal. Vina mencoba untuk kuat menghadapi semua ini. Dengan pelan vina mulai berbicara ‘’ikbal sebelumnya aku minta maaf sama kamu, aku ingin kamu tahu sesuatu dan aku harap kamu !' ikbal kemudian menyanggahi ‘’tunggu dulu vina, tunggu. aku juga minta maaf karena udah memotong pembicaraan kamu !! sekarang biarin aku ngomong duluan !!' vina mengangguk dan membiarkan ikbal untuk meneruskan pembicaraannya ‘’pagi itu, sewaktu kamu ngirimin aku pesan jujur aku kaget dan gak nyangka kalo bakalan ketemu kamu. saat bertemu kamu, aku merasa segalanya berubah aku gak tau kenapa ! dan aku pikir ini adalah sebuah mimpi yang mjadi kenyataan. untuk membuktikan perasaan yang udah lama aku simpan..! aku !!' sambil mengeluarkan sesuatu dari saku kemeja, ikbal kemudian menerbangkan kotak merah itu dalam genggaman dan melanjutkan ucapannya yang sempat terhenti ‘’aku mau memberikan ini sama kamu !! dengan senyum manis, ikbal menyuruh vina mengambil kotak merah itu dan membukanya. Ikbal tetap dengan senyuman manis dan ketika vina membuka kotak kecil itu vina terihat seditkit terkejut dan tersenyum. ‘’vina menikahlah denganku’’ kata ikbal dengan mantap. Vina bimbang dan tidak tahu harus mengatakan apa kepada ikbal. hanya bisa melipat bibirnya dan ditutupnya kotak yang digenggamnya. Wajah vina setengah menunduk, diletakkan kotak kecil itu diatas meja dan berkata ‘’ ikbal, aku gak tahu harus bilang apa ke kamu. gak tahu gimana harus menjelaskan semua ini sama kamu. ikbal maafin aku’’ mata vina berbinar, membentuk cermin yang tidak lama lagi akan pecah menjadi airmata.
Dengan wajah lesu dan suara yang tidak lagi mampu untuk didengar, vina kembali berucap ’’ikbal hari ini hari terakhir kita berdua karena besok aku !!'' pembicaraan vina terputus, ketika handphonenya berdering. abdel mengirim pesan yang meminta agar vina segera pulang. Setelah membaca pesan itu ikbal mulai bertanya kepada vina ‘’besok kenapa vina ?' dengan kening yang dikernyitkan. Vina berusaha tegar dan mulai menjawab ‘’ ikbal maafin aku hari ini adalah hari terkahir kita ketemu dan melewati sisa hari berdua, besok aku akan menikah ’’ mendengar jawaban yang diucapkan vina, tubuh ikbal tidak mampu lagi untuk bergerak, seperti dililit oleh jangkar kapal. tubuh ikbal lemah, tak berdaya seakan semua ucapan vina itu sudah meracuni tubuhnya. 


Ikbal tidak percaya. dia merasa ingin segera mengilang dari hadapan vina. tidak ada satupun kata yang terlontar dari mulut ikbal, hanya tatapan kosong yang melayang entah kemana. ‘’maafin aku ikbal aku gak bisa nerima ini dari kamu, aku tahu kamu mencintai aku, aku bisa merasakan ketulusan cinta kamu itu saat berada disamping kamu, maafin aku ikbal, aku harap kamu bisa mengerti dan menerima semuanya. Aku doain semoga kamu mendapatkan wanita yang lebih dari aku.,’’ tanpa banyak bicara lagi vina segera pergi meniggalkan ikbal meratapi semuanya dicafe sendirian. Vina pergi dengan wajah yang dibasahi airmata. sepanjang perjalanan menuju rumah, vina tidak henti-hentinya menangis. vina merasa telah membunuh perasaan orang yang sudah mencintainya sejak kecil dan harus membiarkan orang itu sekarat dalam perasaan perih yang begitu menyakitkan..

+++THE END+++
twitter : @rizalisme_

1 komentar:

  1. Hai Rizal! :D

    Tulisanmu sudah cukup bagus, pengembangan imajinasinya juga menarik. Ada satu hal yang sangat penting untuk kamu kembangkan ke depannya, yaitu penggunaan tanda baca yang baik dan tepat. Tulisanmu akan menjadi ramah bagi pembaca. :D

    Oh ya, aku owner dari CariPenulis.com (@CariPenulis_Com on Twitter)

    Semangat menulis! ;)

    BalasHapus