pagi yang
mendung membuka awalan hari ditahun 2014. seorang pria yang biasa disapa ikbal,
baru terbangun dari lelapnya mimpi semalam. Dengan wajah yang kusut dia pun
segera membuka jendela kamarnya dan menatap ketenangan disekitaran rumah. Suara
kicauan burung yang indah membuat pagi itu sangat nyaman dan Tibatiba deringan
handphone memecah lamunan pria berusia 23thn itu. segera dibacanya pesan
singkat dari seseorang yang memintanya untuk pergi kestasiun Jakarta kota
menjemput sang pengirim pesan itu. Sebagai seorang mahasiswa disalah salah satu
universtas terkenal diibukota ikbal pun membalas pesan tersebut. Menanyakan siapa
dan kenapa meminta dia menjemputnya. Tak lama kemudian, ikbal mendapatkan
balasan yang berisi balasan datang saja kamu akan tahu siapa aku,, jam dinding
menunjukkan pukul 08.45 pagi. segera ikbal bergegas merapikan isikamarnya yang
masih berantakan dan langsung menyegarkan diri sebelum akhirnya berangkat
menuju stasiun kereta.
Dengan
memakai kaos oblong hitam dikomposisikan dengan jeans panjang,
ikbal pun menghabiskan susu yang semalam disimpannya dikulkas, dan dilahap
dengan sepenggal cake coklat bertabur keju. Ikbal keluar dengan mobil fortuner
putihnya dengan santai. hingga akhirnya ikbal tiba ditujuan.
Diparkiran dia melihat banyak orang yang berlalulalang, kepadatan manusia
distasiun kereta membuat langkah dan pikirannya semakin penasaran hatinya pun
bertanya siapa sosok yang menyuruhnya datang dan membuatnya harus bersatu
bersama keramaian distasiun pagi itu.
Tak lama
kemudian ikbal mencabut sebungkus rokok miliknya, dihisapnya sebatang rokok
tersebut untuk melepas rasa penasaran dalam benaknya. kala itu hujan turun dan terlihat
semua orang berlalu lalang untuk mencari tempat berteduh. seorang pria paruhbaya
pun menghampirinya sambil berkata ‘’maaf apa saya bisa meminjam korek api ?
dengan senyum tulus ikbal pun memberikan korek apinya kepada pria paruhbaya
itu. dan terjadilah perecakapan singkat antara 2 pria yang berbeda umur. Pria
tua membuka cerita katanya dia sudah dari jam 6pagi ada distasiun itu untuk
menunggu kedatangan istri dan anaknya dari kampung. ikbal pun menjalin cerita
dan dia pun mengatakan dia juga sedang menunggu seseorang yg dia sendiri tidak
tahu siapa ? pria tua itu tertawa dengan wajah yang sedikit bingung, sembari
berucap pada ikbal ‘’ anda datang mennunggu sesorang yang anda sendiri tidak
tahu siapa orangnya ?? ikbal menjawab dengan senyumsimpul seakan akrab
dengan pria tua itu. Kereta yang ditunggu pun datang kereta dari bogor berwarna
hijau kuning itu membuat semua pengunjung berdiri, seakan tidak sabar lagi untuk
menemui dan melepas rindu dengan orang yang mereka nantikan. Ikbal masih belum
beranjak dari tempat duduknya, dan pria tua itupun berpamitan untuk merapat
menuju kereta menjemput istri dan anaknya, sambil meninggalkan ucapan
terimakasih untuk korek api yang dipinjamkan ikbal.
Ikbal melihat pria tua itu melangkah meniggalkan dirinya tak lama kemudian
handphonenya berbunyi dan pesan singkat pun menyapa ‘’kamu udah nyampe ? aku
tunggu dicafe ya soalnya aku haus mau minum dulu langsung dicafe aku tunggu,,
ikbal kembali dibuat bingung dan ikbal pun kembali menjawab pesan singkat itu dan
mengatakan bahwa dia akan segera menuju café. Setibanya dicafe dia melihat ada
beberapa orang yang sedang menikmati hidangan, ada yang sedang ngobrol dan
tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahu kanannya, ikbal pun teresentak histeris
dengan wajah yang merah. tawa sendu dari sosok itu membuatnya terkejut ‘’Hahahaha
kamu kaget ya !!! belum sempat ikbal menjawab kembali dia dihujat dengan
pertanyaan baru ‘’masih ingat gak sama aku ? hayoo sapa coba ?? sejuta Tanya menyelimuti
diri ikbal matanya tertuju tajam pada sosok yang sudah membuatnya penasaran dan
sekarang sosok itu kembali membuat jantungnya hampir saja putus. Ikbal masih
terdiam mengacak-acak kembali ingatan dalam otaknya agar bisa ingat siapa sosok
wanita ini.
Kita duduk dulu yuk’’ kamu mau minum apa ? Tanya wanita tersebut
pada ikbal. Ikbal pun senyum dan mengikuti ajakan wanita itu. Wanita itu
kembali tersenyum dengan penuh keceriaan dan ikbal seperti orang yang tercekik
tak bisa berkata apa-apa. Ikbal coba menyatu dengan suasana saat itu dengan
memesan secangkir kopi. Kedua insan ini saling bertatapan diikuti senyuman yang
berkembang. Namun ikbal masih tertatih dalam rasa penasarannya. Dia masih belum
bisa mengenali sosok wanita cantik ini. Wanita itu pun membuka pembicaraan
dengan menanyakan bagaimana kabar ikbal, tentang kuliahnya, keluarga hingga
kisah percintaan ikbal. Ikbal pun dengan tenang menjawab semua pertanyaan dari
wanita itu meskipun ikbal merasa canggung saat menjawabnya. Ikbal pun kembali
menanyakan hal yang sama kepada sang wanita dan dengan senang wanita itu
menjawab semua pertanyaan ikbal. Tak lama pelayan datang membawa secangkir kopi
dan segelas orangejuice untuk ikbal dan sang wanita, setelah keduanya membasahi
bibir dan isi tubuh dengan minuman masing-masing, ikbal pun memberanikan diri
dan menanyakan siapa identitas sosok yang saat ini membuatnya kalut dalam
kebingungan. Lagi-lagi wanita itu memberi senyum manisnya kepada ikbal dan
mengatakan yang sebenarnya siapa dia, dari mana dan kenapa harus ada dihadapan
ikbal ! sungguh pagi itu menjadi sangat dingin ikbal merasakan hawadingin yang menyengat
seluruh tubuhnya, jiwanya tidak mampu lagi menyatu dengan perasaannya, ikbal
seperti anak kecil yang tidak tahu harus melakukan apa-apa. Ikbal tidak menduga
bahwa wanita yang berada didepannya ini adalah wanita yang pernah bersama-sama
dengannya melewati masa sekolah dulu. Dan wanita inilah yang selalu
didambadambakan oleh ikbal sewaktu sekolah. namun pada usia 8tahun ikbal harus
terpisah dengannya dan teman-teman kerena ikbal harus pindah keluar kota dan
meninggalkan kebahagiaan yang belum terselesaikan. Ikbal seakan tidak percaya
dengan kejadian yang saat ini tengah terjadi. Dia serasa terbawa oleh mimpi
dalam tidurnya kemudian, ikbal pun mencoba untuk berbicara dengan kata-kata
yang masih tertahan dalam mulut. mencoba merangkai kalimat indah dan airmatanya
pun tumpah tanpa disengaja. Suasana stasiun kereta yang tadinya ramai dengan
deru kesibukan berubah dengan keharuan yang seakan-akan menutup semua
kebisingan disekeliling mereka. Vina pun melipat bibirnya yang merah merona, matanya
pun mulai dipenuhi dengan air yang sebentar lagi akan membasahi wajah cantiknya.
Mata ikbal menatap tajam sembari menggenggam tangan vina yang menjulur kesisi
meja. Diraihnya tangan halus itu digenggam erat seakan tidak ingin moment ini
berakhir dengan cepat. Vina pun pasrah dibiarkan tangannya itu digenggam oleh
pria yang sudah lama dirindukannya, wajah vina yang cantik layaknya bidadari
itu dibasahi dengan airmata yang sudah mengalir tanpa hentinya. Keduanya terus-terusan
bertatapan dengan kepala yang dianggukkan, seakan memahami arti dari pertemuan
ini. Ikbal kembali membuka pertnyaan dengan pelan ikbal bertanya ‘’kamu
apakabar vina ? aku gak nyangka bakalan mendapatkan kejutan seperti ini dari
kamu !! ikbal senyum dan menanti jawaban dari vina yang lantas dijawab dengan
nada yang sama dengan ikbal ‘’aku baik-baik aja bal, aku kangen sama
kamu’’.ikbal tersenyum dan menyeka wajahnya vina dengan lembut sambil
mengatakan ‘’habis ini aku mau ajak kamu jalan’’ keliling kota aku harap kamu gak
capek ya’’ vina pun dengan senanghati menyetujui permintaan ikbal dengan senyum yang diikuti dengan anggukan. Stasiun
kota selalu penuh dengan kesibukan, ikbal dan vina
segera mobil. dalam perjalanan kemobil rintikan hujan menemani langkah
mereka berdua vina dan ikbal pun masuk kemobil dan segera mengukir kenangan.
Sepanjang perjalanan tidak lelahlelahnya vina ngoceh tentang sejarah sewaktu
masih SD perubahan yang terjadi saat ikbal sudah berpisah dengannya dan
teman-temannya yang lain hingga vina berada disamping pria yang selalu
menggangu kesibukannya itu. Ikbal pun tidak kalah seakan ingin mempertontonkan
pada vina bagaimana kisah hidupnya setelah sekian lama tidak jumpa dengan vina
dan teman-temannya. Sepanjang perjalanan ikbal dikejutkan dengan perubahan yang
terjadi dalam raut wajah vina. Entah kenapa keceriaan yang terpampang jelas
diwajahnya seakan berubah menjadi mendung, Ikbal pun mencoba larut dengan
keadaan. dengan tenang ikbal menanyakan kepada vina alasan apa yang membuat
vina tiba2 murung. Vina terdiam, matanya menatap ikbal namun senyumnya merekah
dingin seakan mewakili perasaannya saat itu. Ikbal kembali menanyakan hal yang
sama namun vina diam saja kali ini wajahnya dia alihkan keluar jendela dengan
tatapan kosong. Ikbal tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya usahanya
seakan tidak berhasil tak lama kemudian ikbal memberhentikan mobilnya
diparkiran salah satu rumah makan terkenal diibukota Jakarta. Diajaknya vina
untuk turun dan menikmati makan siang karena mengingat waktu saat itu sudah
menunjukkan jam makansiang. Setelah sampai didalam vina dan ikbal memesan makanan
sesuai selera. Tak ada Tanya jawab diantara mereka berdua. hanya saling
bertatapan tanpa kata. Hingga makanan yang dipesan tiba barulah mereka saling
membuka suara, ikbal membuka kemudian menanyakan alasan apa yang membuat vina
murung didalam mobil. Kemudian vina yang sedang asyiknya mengunyah makanan pun
kaget dan langsung meminum segelas air. Jemarinya yang halus pun menyeka bagian
pinggiran mulutnya yang kotor dengan sisa minyak. Vina pun menjawab dengan
wajah yang murung tatapannya tidak tertuju pada ikbal kepalanya ditundukkan dan
suara yang lemah vina pun mengatakan kepada ikbal. Ikbal yang sudah penasaran
tidak sabar, ingin mendengar jawaban dari vina. telinganya dipasang dengan kuat
seakan tidak inigin melewatkan 1kata dari vina. vina pun mengangkat wajah
cantiknya yang lesu sembari berucap’’ alasan kenapa aku tadi cemas dan murung
dimobil karena aku sebenarnya!!,, tatapan ikbal semakin tajam pada vina dan
berkata ‘’sebenarnya kenapa’’ vina belum memberikan respon yang pas dan ikbal
pun tersigap dengan badan yang penuh semangat ingin tahu alasan vina, lantas
vina menjawab.’’ Aku sebenarnya laapaarrrrr ikbal makanya aku lesu dech
hehehehehehe…’’ ikbal pun menghembuskan nafasnya yang sudah dari tadi tertahan
dengan ucapan lirihnya ‘’huuuuu kamu ada ada aja. Aku kirain juga kamu murung
karena masalah apa ternyata kamu lapar huuu vina vina … vina pun tertawa sambil
menunjuk kearah ikbal dan berkata ‘’kasiannn aku kirain kamu gak perhatian sama
aku ternyata kamu emang perhatiaan ya
sama kayak sd dulu.. hehehe’’ ikbal pun menerima kekalahan dijahili oleh
vina. Ikbal membalas ucapan vina hanya dengan gelengan kepala. Mereka pun segera
menghabiskan makanan dan segera meninggalkan tempat makan itu. Dalam perjalanan
mengitari kota Jakarta vina pun mengatakan pada ikbal bahwa dia ingin diantar
pulang kerumah tantenya yang saat itu berada tidak jauh dari pusat kota. ikbal
pun segera mengantar vina pulang kerumah yang dia tuju. Sesampainya dirumah
tante vina para sanak keluarga vina sudah menunggu dengan suasana was-was
bercampur kebahagiaan. Vina pun berkumpul dan berbagi candatawa beserta rindu
pada sanak keluarganya. Tak lama kemudian seorang ibu yang kirakira berumur
40an memanggil ikbal dan menyuruhnya untuk mampir sambil menikmati hidangan
yang sudah disajikan keluarga vina. Ikbal pun disuguhi minuman dan beberapa kue
khas Jakarta. Suasana harmonis membuat ikbal terasa bagai dirumah sendiri ikbal
pun diajak ngobrol oleh sanak keluarga vina dan berbagi pengalaman. Tante vina
kaget karena tahu ikbal adalah sahabat sd nya vina yang sudah lama tidak berjumpa.
tante vina sangat akrab dan mudah
beradaptsi dengan siapa saja apalagi ibunya ikbal dulu selalu meminta bantuan
untuk menjahit baju dan berbagai souvenir lain kepada tanatenya vina.
Setelah
berganti pakaian vina pun berkumpul bersama ikbal dan keluarganya percakapan hangat
terjadi diruang keluarga. Tak lama kemudian ikbal meminta izin pada keluarganya
vina untuk pamit kembali kerumah. Vina pun dengan heran bertanya pada ikbal
alasan kenapa harus buruburu pulang seakan ingin menahan ikbal untuk tinggal
lebih lama dengannya, ikbal pun menjawab dengan tenang ada urusan yang harus
diselesaikan wajah vina murung diikuti mulutnya yang dibuat monyong seperti
gadis kecil yang tidak dibelikan boneka oleh ayahnya. Namun ikbal yang mengerti
dengan perasaan vina menjanjikan bahwa besok akan datang dan menghabiskan waktu
yang lebih lama dari hari ini vina yang mendengarnya pun sontak kegirangan dan
tanpa sadar atau tidak langsung memeluk ikbal dengan erat ikbal yang kaget dan
malu karena berada ditengah suasana keluarga pun hanya bisa terkancing dan
memeluk vina dengan rasa canggung. Sorak tawa pun meledak dari keluarga vina
melihat vina yang baru saja memeluk ikbal dengan bahagia dan sepupunya vina pun
meledek vina dengan ucapan ‘’cieee ka vina lagi fallin love sm k iqbal’’ vina
dan ikbal terlihat samasama menyembunyikan kebahagiaan dengan memberi senyuman
kepada mereka semua. Ikbal pun bergegas pergi dan diantar oleh vina. Sebelum
Iqbal pergi vina mengatakan kepada ikbal jangan lupa untuk memberi kabar jika
ikbal sudah sampai dirumah. Ikbal dengan senang mengiyakan permintaan vina.
Mereka pun mulai berpisah dan terlihat ikbal melambaikan tangan pada vina dan
keluarganya. Ikbal bergegas pulang dengan perasaan yang penuh kebahagiaan.
Dalam perjalanan menuju rumah ikbal masih tidak percaya dengan kejadian yang
baru saja terjadi dalam hidupnya. Ikbal masih terus tersenyum bangga mengingat
vina yang dulunya hanya anak ingusan manja kini sudah berubah dewasa menjadi
sosok bidadari yang dikirim tuhan untuk menjadi hadiah terindah dalam hidup
ikbal. Sesampainya dirumah ikbal langsung memarkir mobil dan segera bergegas
menuju kamar untuk membersihkan diri dari rasa lelah dan penat setelah sehaian
menghabiskan waktu dengan vina. Setelah semua selesai ikbal langsung mengirim
pesan singkat kepada vina sesuai janjinya sewaktu dirumah tante vina. Vina yang
saat itu tengah asyik bercengkrama dengan keluarga dirumah tidak mengetahui
bahwa ikbal sudah mengirim pesan karena handphone vina saat itu sedang berada
dikamar. Ikbal yang hatinya sedang penuh kebahagiaan pun menunggu balasan dari
vina namun sampai dirinya tertidur vina belum juga merespon.
Senja mulai datang
dan nampaknya malam akan segera tiba, vina yang seharian ini sedang
asyik-asyiknya berkumpul bersama keluarga pun segera bangkit menuju kamarnya.
Bergegas merapikan segala sesuatu dikamar dan saat sedang bersiap-siap untuk
mandi mata vina tertuju pada handphonenya. vina baru sadar jika ikbal sedari
tadi mengiriminya pesan memastikan bahwa ikbal sudah dirumah karena berpikir
ikbal sudah menanti balasan dari vina segera vina menelpon ikbal, namun
sayangnya panggilan itu hanya dibalas nomor yang anda tuju sedang tidak aktif,,
mendapat jawaban sperti itu vina hanya diam dan segera mandi tanpa ada rasa
khawatir sedikit pun. Setelah mandi dan berpakaian vina segera kembali
melakukan aktifitasnya yang tidak lain adalah sebagai seorang blogger.
Dinyalakan laptop kesayangan miliknya dengan jaringan wifi yang sudah tersedia
dirumah vina pun segera mengintip segala sesuatu yang dia miliki didunia maya.
Jam menunjukkan pukul 07.15 malam ikbal baru terbangun dari tidur siangnya yang
melelahkan dengan wajah yang masih kebingungan dan langkah gontai yang
sempoyongan ikbal segera bergegas untuk mandi dan mempersiapkan diri untuk
makan malam. Setelah makan malam ikbal selesai ikbal kemudian berpikir untuk
melanjutkan sisa tugas yang dia peroleh dari kampusnya. Dibacanya bukubuku
mengenai ilmu social bermasyarakat untuk dapat membantuya menyelesaikan
tugasnya tersebut. Setelah menghabiskan waktu 30menit bergelut dengan tugas
ikbal segera bangkit dari meja belajarnya, merapikan semua kebutuhan yang dia
perlukan dan terus menemui handphone miliknya. Ikbal beru sadar jika
handphonenya mati karena kehabisan batrei bergegas ikbal mencarz handphonenya
dan segera dinyalakan untuk melihat siapa saja yang mengirimi pesan. Ikbal
menerima 3pesan 2diantaranya adalha teman ikbal yang menyakan tentang tugas
kampus dan memanggilnya untuk bermain futsal jika ikbal ada waktu. Dan yang
terakhir adalah pesan dari layanan operator dengan omongkosong yang membuat
penuh inbox dihandphone ikbal. ‘’koq vina gak ngebalas sms gw ya ??
jangan-jangan dy udah lupa lagi’’ begitu kata ikbal dalam hati. Ikbal yang
teringat dengan vina langsung mengiriminya pesan yang berisi pertanyaan ‘’kamu
dimana ? aq tunggu balasan kamu koq gk dbls ?.. vina yang sedang asyiknya
disibukkan dengan obrolan didunia maya tiba-tiba dikagetkan dengan deringan
handphone miliknya dan ternyata pesan itu dari ikbal. Dengan senyum simpul vina
pun membalas pesannya ikbal dan mengatakan maaf karena seharian handphone
miliknya ditinggalkan dikamar makanya tidak tahu bahwa ikbal sudah mengirimi
pesan. Ikbal yang masih dirudung sisasisa kangen karena seharian ini bersama
vina mulai merasakan khawatir dengan keadaan vina apa ini yang disebut
kerinduan ? apa gw mulai jatuhcinta sama vina ?? ikbal yang tersandar dikursi
kamar miliknya terus menerus berpikir tentang hatinya dan nampaknya dinding
kamar ikbal mulai dipenuhi dengan wajah dan bayangan vina. vina yang sedang
menikmati liburan dari kerjaannya sebagai mahasiswi diunversitas padjajaran ini
menerima email dari ayahandanya yang saat itu ada diamerika dalam hal
pekerjaan. Vina senang dan bahagia bisa menerima email dari ayahnya yang akan
segera tiba diindonesia.
Vina begitu bahagia mengetahui ayahnya akan segera
pulang. Belum lama menikmati kebahagiaan itu, tiba-tiba handphone
vina berbunyi. vina tidak mengenali siapa penelpon itu, dan
membiarkannya selama 4kali dan baru diangkatnya ketika vina berpikir mungkin
dari sahabatnya dikampus atau si ikbal. Dengan cuek vina mengangkat telepon
itu. sembari berkata ‘’hallo ?? hallo ?? ini siapa ya ?? suara vina merdu
terdengar membuat sang penelpon misterius berani untuk menjawab, ‘’hallo vina ,aku harap kamu gak lupa sama aku!! ini aku abdel.’’
Wajah cuek vina kini mulai berubah seperti tidak percaya dengan suara yang
sudah merobek gendang telinganya suara yang tidak asing lagi dalam keseharian
vina., suara yang pernah mengisi kesepian vina dan suara yang pernah membuat
kerinduan panjang dalam kehidupan vina. abdel adalah kekasih vina. abdel
adalah anak seorang pengusaha besar, ayahnya juga seorang diplomat
politik yang selalu tampil ditelevisi dalam berbagai forum kenegaraan. Abdel
saat ini bekerja, melanjutkan bisnis ayahnya sebagai pemegang perusahaan baju
terkenal dan juga presiden direktur salah satu siaran televisi
milikmindonesia. Vina dan abdel sebenarnya masih terikat dalam satu hubungan
dan belum ada kata berpisah maupun putus, hanya saja tuntutan pekerjaan dan vina
yang masih sibuk dengan study, membuat komunikasi mereka terhenti. Malam itu
vina dan abdel pun saling melepas rindu dihandphone. mereka berbagi cerita sampai
lupa waktu. Ikbal yang dirudung rasa kangen dan sejuta harapan kepada vina
memberanikan diri untuk menelpon sang pujaan hatinya. Dengan perasaan yang
tidak biasanya ikbal pun segera menelpon vina namun sayang nomor vina sibuk
karena sedang melepas kangen dengan seseorang. 7kali panggilan ikbal lakukan
namun jawaban yang sama ikbal dapatkan.ikbal menghela napas sedalam mungkin
menghembuskannya dengan panjang. Ikbal melangkahkan kakinya keluar rumah dan
menikmati pemandangan malam diteras kamarnya sambil menikmati rokok surya
miliknya. Dengan perasaan yang mulai tidak karuan ikbal Nampak seperti orang
stress kegelisahan terlihat jelas kala rokok yang dipegangnya itu mulai dihisap
secepat mungkin. Ikbal gelisah tidak menentu. dalam
kebimbangan, vina masih asyik dengan sang kekasihnya tanpa ada perasaan
sedikit pun untuk menghawatirkan ikbal. Malam mulai larut dan ikbal pun
mengakhiri malam dengan kerinduan yang belum terselesaikan. Keesokan paginya,
seperti biasa ikbal bangun dan melakukan aktifitasnya dengan santai. Ikbal yang
baru selesai sarapan menerima pesan dari vina untuk segera menjemputnya dan membawanya berkeliling kota seperti
janjinya kemarin. Ikbal dengan segera berkemas dan merapikan diri untuk segera
pergi menjemput sang bidadari. Vina pagi itu nampak cantik sekali, membuat ikbal berdecak kagum. tidak henti-hentinya ikbal memperhatikan
vina yang begitu sempurna dihadapannya. Lamunannya pecah ketika vina mengatakan
‘’hey kamu kenapa ? kok bengong ?? Ikbal pun menjawab ‘’aku gak kenapa2 kamu cantik banget hari ini dan aku suka’’
pujian dari ikbal membuat vina hanya tersenyum, dan segera berpamitan pada
keluarga bahwa dia akan pergi dengan ikbal.
Sepanjang perjalanan lirikan mata
ikbal mengarah pada vina. dipikrannya hanya ada kebahagiaan
dan mulutnya seakan tidak mampu lagi untuk mengatakan keinginannya untuk
memiliki vina sebagai kekasihnya. handphone milik vina berbunyi, vina menerima pesan dari sang kekasih yang menanyakan keadaan vina. vina
membalas sms itu dengan raaut wajah kebahagiaan. ‘’koq kamu senyum sendiri ?
kenapa emangnya ? vina pun membalas ‘’gak nih ada yang ngirim pesan ke aku lucu
aja makanya aku ngerasa senyum' ikbal tidak menaruh curiga sedikit pun pada vina. Ikbal dan vina akhirnya sampai pada tempat
perbelanjaan disalah satu pusat ibukota. Ikbal dengan senang menemani vina untuk
berbelanja semua kebutuhan yang dibutuhkan vina. setelah lelah mondarmandir
menemani vina belanja ikbal dan vina memutuskan untuk makan siang dipusat
perbelanjaan itu. Menikmati hidangan makanan siang yang begitu nikamat dan
suasana riuh dengan padatnya pengunjung membawa mereka pun hanyut dalam suasana
obrolan yang begitu hangat. ikbal dan vina begitu bahagia. Ikbal terus menatap vina dengan penuh cinta dan harapan vina pun
membalas semua yang dilakukan ikbal kepadanya. Jam pun menunjukkan pukul 15.45
sore. tanpa terasa, vina dan ikbal sudah melewati kebersamaan selama
itu. Ikbal pun menawari vina untuk pergi ke bioskop vina pun mengiyakan ajakan
ikbal. Segera ikbal menambah laju gas mobilnya dan merapat pada bioskop yang
sudah ditentukan. Setelah membeli tiket masuk dan segera vina dan ikbal duduk
berduaan. Ikbal dan vina menikmati film yang diputar oleh bioskop itu. Efek
dari film cinta itu membuat vina terharu dan meneteskan airmata. ikbal kaget dan
vina pun tanpa sadar menggengam erat bahu ikbal sambil membiarkan airmatanya membasahi bahu. Ikbal yang mengerti dengan perasaan vina pun, mengelus
dengan lembut rambutnya. romansa cinta meledak kala film itu mulai
berakhir. vina semakin larut terbawa film tersebut hingga filmnya berakhir
vina masih belum berhenti menangis. Ikbal pun menghibur vina dengan humor-humor
segarnya yang mengejek vina terlihat seram ketika menangis dan menakutkan jika
vina sedang membasuh ingus. Vina dengan manja mulai senyum miris dengan kedua
tangannya menutup wajah vina pun membersihkan sisasisa airmata. Vina kembali
mengejek ikbal yang katanya penakut jika sedang dikegelapan dan cengeng ketika
tidak diberi kabar. Ikbal dan vina pun saling menertawakan. Kemudian mereka
meninggalkan bioskop dan menuju kediaman masing-masing tidak lupa ikbal
mengantar vina ke rumah dan ikbal pun pamit pada vina dan keluarganya. Vina
yang kelelahan dari aktifitasnya seharian bersama ikbal segera memanjakan diri
dengan merendam diri dalam bak yang berisi airhangat. Sebelum akhirnya di
panggil tantenya untuk makan malam. Ikbal pun demikian setelah tiba dirumah
ikbal segera mandi dan mkan malam tanpa banyak melakukan kegiatan tambahan.
Setelah merasa segar dan kenyang ikbal segera menuju kamar dan membanting
dirinya diatas tempat tidur, karena kelelahan yang panjang ikbal pun hanyut
dalam mimpinya. Deringan telpon vina berbunyi terenya ada 4panggilan tidak
terjawab, dan ternyata adalah kekasih vina yang tidak lain adalah abdel. Vina segera menelpon abdel dan ingin memberitahukan semua tentang kejadian yang
dialaminya hari ini namun sayang handphone abdel sudah tidak aktif. Vina merasa gelisah dan mencoba menelpon ikbal. Ikbal yang belum lama tertidur
akhirnya terbangun dan meladeni telponnya vina. Sedang asyiknya
ngobrol, vina mendapat pesan dari abdel yang membuat vina mengakhiri
pembicaraan dengan ikbal. Ikbal pun dengan tulus mengiyakan permintaan vina dan
kembali melanjutkan tidurnya. Abdel dan vina ngobrol. ditengah
pembicaraan mereka terlibat adu mulut, abdel yang menuduh vina sudah
mengkhianti cintanya karena sudah terbiasa dengan ikbal. Vina bersikeras pada pendiriaanya bahwa
ikbal adalah teman terbaiknya dan tidak punya hubungan special seperti seorang
kekasih. Abdel mengatakan, besok dia akan datang dan menemui vina
menyelesaikan masalah mereka. vina lega dan menyepakati akan
menemuinya besok hari. Setelah menghabiskan 30menit
didepan televisi, ikbal segera pergi kekamarnya dan bergegas untuk mandi sebelum
memutuskan untuk pergi kerumah vina hari ini. Ikabal sengaja tidak
memberitahukan vina karena dia ingin memberi kejutan untuk mengajak vina
kesuatu tempat dimana tempat itu adalah tempat yang akan ikbal gunakan sebagai
tempat menytakan cinta pada vina. dengan kesiapan yang matang ikbal dengan
mantap melangkahkan kaki keluar dari rumahnya dengan penuh kepercayaan diri.
Sepanjang perjalanan ikbal terlihat santai dan penuh kebahagiaan apalagi dalam
genggamannya dia sudah mempersiapkan sesuatu yang nantinya akan diberikan pada vina
sebagai bukti bahwa ikbal benar-benar mencintai vina. sesampainya dirumah vina
ikbal melihat dari luar Nampak suasana dirumah saat itu begitu sepi seperti
rumah tanpa penghuni. Ikbal turun dari mobil kesayangannya dan masuk untuk
menemui vina. sesampainya didepan pintu tiba-tiba ‘’eh ka ikbal !! nyariin ka
vina ya ??' suara mungil dari sepupunya vina mengejutkan ikbal saat itu. Ikbal yang terkejut menjawab ‘’ iya, ka vinanya ada ? Tanya ikbal kepada tari. dengan wajah yang lesu tari menjawab ‘’ ka vinanya udah
pergi ka ikbal sama tante dan paman katanya sih mau kebandara !!' ikbal yang
mendengar hal itu langsung kembali menginterogasi tari dengan penuh keingintahuan
‘’kebandara ? mau jemput siapa emangnya ? tari diam dan
menggelenggelengkan kepala seakan memberi isyarat bahwa tidak mengetahui tujuan
mereka. Ikbal terdiam. dipandangnya seluruh halaman rumah vina seakan akan
menemui jawaban dari maksud tujuan mereka kebandara, tanpa membuang waktu lama
ikbal segera pergi meninggalkan tari dan pergi. dibandara vina beserta tante
dan pamannya sudah menunggu kedatangan seseorang, tak lama kemudian pesawat
garuda airlines pun mendarat. Para penumpang dari eropa tiba. 15menit
berlalu, datanglah sosok yang ditunggu-tunggu ‘’papa ?? papa vina kangen
sama papa !!! ‘’ teriakan histeris dan pelukan manja dari vina mendahului
moment pertemuan anak dan ayah ini , papanya vina pun memeluk erat tubuh sang
putri semata wayangnya dengan penuh sukacita ‘’papa gak nyangka malaikat papa
yang bandel ini udah besar ya,, sambil tangannya mengelus rambut vina. paman
dan tante vina pun demikian mereka layaknya keluarga yang terpisah mereka pun
berpelukan dan melepas rindu masing-masing. Sepanjang perjalanan menuju rumah
ayah vina tidak hentihentinya menanyakn kepada putri semata wayangnya tentang
perjalan hidup selama ditinggal oleh beliau. Vina dengan senang menjawab
semua pertanyaan ayahnya dan selalu disahuti oleh paman dan tantenya vina.
dalam perjalanan menuju rumah vina menerima pesan dari abdel yang katanya mau
bertemu vina. vina yang baru saja ingin menghabiskan waktu dengan ayahnya harus
menerima permintaan sang kekasih karena tidak ingin lagi terjadi salahpaham
antara mereka. dirumah vina dan rombongan yang ada didalam
mobil sudah disambut oleh abdel yang ternyata baru saja datang dan menunggu
vina. abdel segera berjabat tangan pada ayah vina dan juga paman beserta tante.
Mereka mempersilahkan abdel masuk dan berkumpul bersama keluarga vina didalam
rumah.
Hari ini vina penuh dengan kebahagiaan lengkap sudah baginya karena
berkumpul bersama sang ayah dan sang kekasih. Vina menikmati dan hanyut dalam
nuansa keharmonisan keluarga saat itu. Abdel pun tidak ingin melewati moment
ini maka diapun memilih untuk selalu bersama disisi vina. kemesraan yang
ditunjukkan vina dan abdel membuat ayah vina bertanya kepada mereka tentang
kapan melangsungkan pernikahan. Abdel pun dengan mantap menjawab akan segera
menikahi vina dan berharap restu dari keluarga vina. vina hanya tersenyum bangga
dengan perasaan bahagia. Vina akan segera menikah dengan abdel. Untuk
menghilangkan penat dalam hati dan pikiran, ikbal memilih untuk tidak langsung
pulang melainkan dia menghabiskan sisa perjalanannya dengan mampir kesebuah
café. Sesampainya dicafe ikbal memesan secangkir cappuccino sambil menikmatinya
dengan santai. Rokok tidak lupa dia hidupkan. Ikbal termenung sendirian,
entah apa yang sedang dipikirkan. mungkin hanya rokok dan cappuccinonya saja yang
bisa memahami keadaan ikbal. Dalam lamunan ikbal tanpa sadar menarik handphone
miliknya dan membaca kembali pesan dari vina yang belum terhapus.
Ikbal terus membayangkan vina, seakan vina ada dihadapannya menikmati sisa hari
bersama dirinya. Lirikan mata ikbal pun tertuju pada sebuah kotak kecil berwarna
merah yang sedari tadi bersembunyi didalam genggaman ikbal. Kapan kotak merah
kecil ini akan diberikan pada vina ? Tanya ikbal dalam lamunan. Sepertinya
gagal kejutan yang dijanjikan ikbal, hanya kehampaan yang kini dia rasakan. Tak
lama kemudian, setelah menghabiskan waktu dicafe ikbal segera bangkit dari
tempat duduknya dan segera melajukan mobil untuk pulang kerumah. malam
tiba. Ikbal menerima pesan dari vina. vina mengatakan ingin bertemu ikbal, karena ada
sesuatu yang ingin vina bicarakan. Ikbal bahagia, karena besok akan bertemu
dengan vina dan berharap agar pagi segera datang karena ikbal ingin memberikan
sesuatu kepada vina. ikbal tidak sabar, ingin mengungkapkan seluruh
keinginannya kepada vina. springbed miliknya seakan menjadi landasan pacu,
mendaratnya tubuh gempal ikbal yang kegirangan. akhirnya dia pun
terpejam sampai sang fajar tiba. Vina yang malam itu tengah sibuk
mengatur segala sesuatunya untuk prosesi pernikahan, cukup bahagia karena
bisa melewatinya bersama abdel. Gaun pengantin dan tempat untuk melangsungkan
pernikahan sudah tertata rapi. semuanya sudah selesai, hanya menunggu waktu
yang tepat untuk melangsungkan hari kebahagiaan itu. Malam yang romantis
dilewati vina dan abdel dengan penuh kebahagiaan dan malam yang nyenyak untuk
ikbal mengarungi dunia mimpi dalam lelapnya. Pagi datang cahaya matahari seakan bertamu kerumah ikbal. Dibukanya jendela kamar dan menyambut pagi itu
dengan wajah kegembiraan, ikbal segera membersihkan diri. dalam kurun waktu yang begitu singkat, jam menunjukkan
pukul 09.00wib.
Ikbal segera menghubungi vina dan
menanyakan tempat dimana akan bertemu. Vina merespon dengan memberikan
jawaban singkat berisi stasiun Jakarta kota. Hari
itu ikbal terlihat tampan dan dikecup dengan halus kotak kecil berwarna merah itu
dengan penuh harapan. hari ini adalah hari kemenangan cinta dalam kehidupan
ikbal. ‘’vina aku mencintaimu’’ ikbal berbicara dihadapan cermin dengan
senyuman pasti sambil menggengam erat kotak itu. Dalam
perjalanan ikbal merasa sedang dalam perjalanan menuju surga. disekelilingnya
seakan dipenuhi lukisan-lukisan dan pemandangan yang tidak mampu digambarkian
oleh tangan-tangan pelukis. Semuanya terlihat indah. akhirnya
mobil ikbal pun berhenti diparkiran dan mengakhiri imaginasi ikbal. Ikbal
turun dari mobil dan melangkah ketempat yang sudah dijanjikan. Dari kejauhan
ikbal melihat saat itu stasiun Jakartakota seperti kurang dengan kesibukan.
entah kenapa tidak seperti biasanya. Kesunyian terlihat dibeberapa tempat namun
ikbal tidak mempedulikan dengan suasana itu. Ikbal berjalan menuju kursi
panjang yang pernah dia duduki untuk menuggu vina sperti waktu menunggu vina
diawal pagi tahun itu.
Beberapa orang berlalulalang ada yang sedang
menunggu dan yang mengantar, dan ada yang harus melakukan perpisahan. tiba-tiba saat sesosok wanita cantik dengan rambut hitam terurai, mendekat dan merebahkan
tubuh pada kursi panjang itu. Ditatapnya ikbal dengan wajah penuh keragu-raguan.
dengan tenang dan suara yang pelan, wanita itu pun mengejutkan ikbal ‘’ikbal !!
sembari tangannya menepuk bahu kiri dari sang pria gempal itu. Ikbal menoleh
pelan kearahnya, dengan penuh decak bahagia rona wajah yang berbinar
dibalasnya sapaan wanita itu ‘’ vina !!! kamu udah disini ? aku gak tau
kalo kamu udah disamping aku !!'' vina menyembunyikan kegundahan dalam
hatinya dengan memberi senyuman manis kepada ikbal. Vina tersenyum dan berbicara ‘’ikbal aku mau ngomong sesuatu sama kamu !!' vina berucap
sembari menyembunyikan bibirnya. matanya menatap ikbal namun hatinya seakan
tidak kuat lagi untuk melampiaskan semua isi hati. vina tahu ini akan
terasa berat untuk ikbal terima, menyakitkan untuk didengar dan terasa pahit
untuk dicerna. ikbal dengan wajah yang mulai bingung berkata ‘’mau ngomong apa vina ? kok kamu kayak keliatan tegang ?’’ seakan ada
canda dalam pertanyaan ikbal, vina kembali menundukkan kepala seakan tak
mampu menghapus senyuman diwajah ikbal. vina takut untuk berucap yang
sebenarnya, tidak ingin menyakiti suasana vina mengajak ikbal ke café yang
pernah mereka berdua singgahi sewaktu pertama bertemu. Dengan gerak langkah
yang mantap segera ikbal dengan vina berjalan menuju café tersebut. Sesampainya
dicafe mereka berdua memesan minum namun vina saat itu menolak untuk minum
dengan alasan dia baru saja selesai menghabiskan sarapan dirumah. Ikbal mulai
curiga karena tidak seperti biasanya vina begini. Saat pelayan datang
membawakan minuman yang dipesan ikbal. Ikbal mulai menghangatkan suasana dengan
mengawali pembicaraan terlebih dahulu. Namun semua yang dibicarakan ikbal hanya
direspon dingin oleh vina. seakan tidak ingin tahu dan dalam pikirannya
saat ini adalah, bagaimana mengakhiri pertemuan dengan ikbal. vina terus tersenyum. merasa tidak direspon oleh vina, ikbal dengan tenang
meminum kopi dan mulai menanyakan perihal apa
yang ingin dibicarakan vina. vina menghela nafas panjang. Kedua tangannya merapikan rambutnya, pandangannya yang
tadi mengarah entah kemana, sekarang mulai tertancap pada ikbal. Vina
mencoba untuk kuat menghadapi semua ini. Dengan pelan vina mulai berbicara
‘’ikbal sebelumnya aku minta maaf sama kamu, aku ingin kamu tahu sesuatu dan
aku harap kamu !' ikbal kemudian menyanggahi
‘’tunggu dulu vina, tunggu. aku juga minta maaf karena udah memotong pembicaraan
kamu !! sekarang biarin aku ngomong duluan !!' vina mengangguk dan
membiarkan ikbal untuk meneruskan pembicaraannya ‘’pagi itu, sewaktu kamu
ngirimin aku pesan jujur aku kaget dan gak nyangka kalo bakalan ketemu kamu.
saat bertemu kamu, aku merasa segalanya berubah aku gak tau kenapa ! dan aku
pikir ini adalah sebuah mimpi yang mjadi kenyataan. untuk membuktikan
perasaan yang udah lama aku simpan..! aku !!' sambil mengeluarkan sesuatu dari saku kemeja, ikbal
kemudian menerbangkan kotak merah itu dalam genggaman dan melanjutkan ucapannya
yang sempat terhenti ‘’aku mau memberikan ini sama kamu !! dengan senyum
manis, ikbal menyuruh vina mengambil kotak merah itu dan membukanya. Ikbal
tetap dengan senyuman manis dan ketika vina membuka kotak kecil itu vina
terihat seditkit terkejut dan tersenyum. ‘’vina menikahlah denganku’’ kata
ikbal dengan mantap. Vina bimbang dan tidak tahu harus
mengatakan apa kepada ikbal. hanya bisa melipat bibirnya dan ditutupnya kotak yang digenggamnya. Wajah vina setengah menunduk, diletakkan
kotak kecil itu diatas meja dan berkata ‘’ ikbal, aku gak tahu harus
bilang apa ke kamu. gak tahu gimana harus menjelaskan semua ini sama kamu. ikbal
maafin aku’’ mata vina berbinar, membentuk cermin yang
tidak lama lagi akan pecah menjadi airmata.
Dengan wajah lesu dan suara yang
tidak lagi mampu untuk didengar, vina kembali berucap ’’ikbal hari ini hari
terakhir kita berdua karena besok aku !!'' pembicaraan vina terputus, ketika
handphonenya berdering. abdel mengirim pesan yang meminta
agar vina segera pulang. Setelah membaca pesan itu ikbal mulai bertanya kepada
vina ‘’besok kenapa vina ?' dengan kening yang dikernyitkan.
Vina berusaha tegar dan mulai menjawab ‘’ ikbal maafin aku hari ini adalah hari
terkahir kita ketemu dan melewati sisa hari berdua, besok aku akan menikah ’’
mendengar jawaban yang diucapkan vina, tubuh ikbal tidak mampu lagi untuk
bergerak, seperti dililit oleh jangkar kapal. tubuh ikbal lemah, tak berdaya
seakan semua ucapan vina itu sudah meracuni tubuhnya.
Ikbal
tidak percaya. dia merasa ingin segera mengilang dari hadapan vina. tidak ada
satupun kata yang terlontar dari mulut ikbal, hanya tatapan kosong yang
melayang entah kemana. ‘’maafin aku ikbal aku gak bisa nerima ini dari kamu,
aku tahu kamu mencintai aku, aku bisa merasakan ketulusan cinta kamu itu saat
berada disamping kamu, maafin aku ikbal, aku harap kamu bisa mengerti dan
menerima semuanya. Aku doain semoga kamu mendapatkan wanita yang lebih dari
aku.,’’ tanpa banyak bicara lagi vina segera pergi meniggalkan ikbal meratapi
semuanya dicafe sendirian. Vina pergi dengan wajah yang dibasahi airmata. sepanjang
perjalanan menuju rumah, vina tidak henti-hentinya menangis. vina merasa telah membunuh perasaan orang yang sudah mencintainya sejak kecil dan harus membiarkan
orang itu sekarat dalam perasaan perih yang begitu menyakitkan..
+++THE END+++
twitter : @rizalisme_